Studi Ungkap Potensi 10 Ribu Kasus COVID-19 Baru Jika Olimpiade Tokyo Digelar Dengan Penonton
Unsplash/Ryunosuke Kikuno
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Para ahli dari Universitas Kyoto, Institut Nasional Penyakit Menular dan lembaga lain memperkirakan jumlah infeksi baru di Ibu Kota Jepang tersebut akan muncul antara 23 Juli hingga akhir Agustus.

WowKeren - Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo di tengah pandemi virus corona (COVID-19) terus menuai pro-kontra. Kekinian, para ahli kesehatan memperingatkan potensi terjadinya 10 ribu kasus COVID-19 jika gelaran Olimpiade Tokyo mengizinkan adanya penonton.

Angka itu disebut masih bisa naik, tergantung pada penyebaran varian COVID-19. Para ahli dari Universitas Kyoto, Institut Nasional Penyakit Menular dan lembaga lain memperkirakan jumlah infeksi baru di Ibu Kota Jepang tersebut akan muncul antara 23 Juli saat Olimpiade dijadwalkan dibuka, hingga akhir Agustus.

Dalam pertemuan pada 16 Juni, mereka juga telah menyerahkan hasil perbandingan situasi pandemi yang diproyeksikan di Tokyo jika Olimpiade diadakan dengan atau tanpa penonton kepada panel ahli yang memberi nasihat kepada Kementerian Kesehatan.

Studi tersebut mengasumsikan bahwa arus masyarakat di Tokyo akan melonjak 10 hingga 15 persen usai status darurat COVID-19 dicabut pada 20 Juni sesuai jadwal. Pergerakan masyarakat tersebut kemudian akan meningkat lebih lanjut sebesar empat hingga sembilan persen jika Olimpiade digelar tanpa penonton, atau sebesar lima hingga 10 persen jika penonton diizinkan.


Proyeksi COVID-19 ini juga didasarkan pada asumsi bahwa 150 ribu suntikan vaksin akan diberikan kepada warga Tokyo per harinya mulai 20 Juni, dengan tingkat efektivitas vaksin mencapai 80 persen.

Para ahli juga memperhitungkan potensi penyebaran varian Delta yang pertama kali muncul di India. Menggunakan perkiraan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo tentang jumlah penonton, para ahli memperkirakan bahwa sekitar 250 ribu orang per hari akan melakukan perjalanan di Tokyo dan daerah sekitarnya untuk menonton ajang olahraga tersebut.

Perbedaan proyeksi jumlah kasus COVID- 19 baru antara menggelar Olimpiade dengan penonton atau tanpa penonton rupanya mencapai 10 ribu kasus pada sekitar 25 Agustus 2021 mendatang. Ini berarti, Tokyo berpotensi memiliki 300 kasus COVID-19 baru per hari apabila Olimpiade digelar dengan penonton.

Menurut perkiraan lain yang disajikan oleh para ahli, jumlah infeksi baru harian Tokyo akan melebihi 500 pada pertengahan Juli jika pergerakan orang meningkat 10 atau 15 persen. Perkiraan ini terlepas dari apakah Olimpiade Tokyo dibatalkan atau tidak.

Profesor program khusus di Universitas Kyoto, Yuki Furuse, menilai bahwa perilaku masyarakat dan langkah penanganan COVID- 19 pemerintah akan berubah saat infeksi mulai meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah kasus sebenarnya kemungkinan akan lebih rendah dibanding hasil proyeksi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts