DKI Diramal Kolaps Imbas Ledakan COVID-19, Anies Baswedan 'Ancam' Tak Kompromi
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Epidemiolog FKM UI Tri Yunis Miko Wahyono memperkirakan daerah Jabodetabek kolaps imbas ledakan kasus COVID-19. Anies Baswedan pun mengambil langkah tegas karenanya.

WowKeren - Epidemiolog FKM UI, Tri Yunis Miko Wahyono, memprediksi DKI Jakarta bisa kolaps akibat "kebanjiran" kasus COVID-19. Pasalnya Tri Yunis juga memprediksi Indonesia bisa menembus 20 ribu kasus COVID-19 dalam sehari, "hanya" berbeda 7-8 ribu dari pasien baru yang dilaporkan selama dua hari belakangan.

"Ya, kalau sekarang berbarengan, sekarang menurut saya bahayanya luar biasa, sudah kasusnya tinggi ada varian baru, aduh!" kata Tri Yunis, dikutip dari Jawa Pos, Jumat (18/6). "Pokoknya semua pelayanan akan kolaps."

"Jakarta sebentar lagi kolaps, Tangerang sebentar lagi kolaps, kemudian Depok kolaps, Bogor sebentar lagi kolaps, Bekasi kolaps," imbuh Tri Yunis. Sebab menurutnya penurunan kasus yang sempat terjadi kemarin hanya bersifat semu alias artifisial.

"Karena semua kabupaten enggak mau merah, jadi menguning-nguningkan daerahnya atau membuat oranye daerahnya. Sepertiganya yang dilaporkan," paparnya. Kini langkah tersebut menjadi bom waktu yang sudah meledak, yang diperburuk dengan adanya varian Delta.

Dan prediksi soal sistem kesehatan DKI Jakarta yang bisa kolaps karena panen besar kasus baru COVID-19 setiap hari tentu sudah disampaikan berkali-kali sebelumnya. Oleh karena itu pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah tegas, bahkan "mengancam" akan bertindak tanpa kompromi.


Hal ini seperti disampaikan Anies ketika memimpin apel gelar pasukan gabungan aparat kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/6). Anies blak-blakan menyebut Ibu Kota dalam kondisi mengkhawatirkan karena pandemi COVID-19.

"Saat ini sedang dalam masa pandemi dan kondisinya makin hari makin mengkhawatirkan. Karena itu kita semua bersiaga, bersiap untuk menegakkan protokol kesehatan," tutur Anies.

Karena itu, ia mendorong setiap aparat gabungan untuk terjun ke lapangan demi menertibkan protokol kesehatan. "Malam ini lakukan operasi pendisiplinan tanpa kompromi," tegas Anies.

Lewat peraturan yang telah ditekennya, Anies mengatur agar semua kegiatan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro berakhir pukul 21.00 WIB. "Seluruh kegiatan harus terhenti pada pukul 21.00 WIB malam. Tidak ada pengecualian," ujarnya.

"Dan ingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa pengekan hukuman ini bukan semata-mata demi tegaknya peraturan. Tetapi katakan pada semua bahwa untuk melindungi anda, ini untuk melindungi kita semua," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts