Reaktor itu adalah yang tertua yang dihidupkan kembali sejak bencana Fukushima 2011. Kepala penyelidikan besar bencana nuklir Jepang telah membunyikan alarm atas langkah itu.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 24 Juni 2021 - 12:18 WIB
WowKeren - Jepang tengah berencana untuk memulai kembali salah satu reaktor mereka yang menua stasiun Mihama. Adapun usia reaktor itu sudah mencapai 44 tahun.
Pada Rabu (23/6), Kansai Electric Power, yang melayani Osaka dan lingkungan industrinya (daerah dengan output ekonomi yang kira-kira sama dengan Meksiko) mengatakan telah memulai kembali reaktor No. 3 di stasiun Mihama. Reaktor tersebut adalah yang tertua yang dihidupkan kembali sejak bencana Fukushima 2011.
Untuk memperpanjang masa pakainya, diperlukan adanya persetujuan khusus. Batas standar pemakaian untuk reaktor adalah 40 tahun. Sebagian besar reaktor di Jepang tetap tutup setelah kecelakaan itu menyoroti kegagalan dalam regulasi dan pengawasan.
Kepala penyelidikan besar bencana nuklir Jepang dan mantan penasihat senior Kabinet telah membunyikan alarm atas rencana tersebut. Industri dan pemerintah dinilai belum mengambil pelajaran dari tragedi Fukushima.
Mantan Wakil Ketua Komisi Energi Atom Kantor Kabinet Tatsujiro Suzuki mengatakan kepada Reuters bahwa dia meragukan bagaimana persetujuan untuk memulai kembali diperoleh. Dia prihatin dengan kurangnya transparansi dan penggunaan subsidi untuk menggiring opini lokal guna mendapatkan persetujuan reboot yang diperlukan.
Diketahui, gempa bumi hebat di lepas pantai timur laut Jepang pada Maret 2011 menimbulkan tsunami yang menewaskan lebih dari 15.000 orang. Bencana itu juga mematikan pendinginan di stasiun nuklir Fukushima Daiichi. Ledakan mengguncang situs itu saat reaktor meleleh. Akibatnya, awan besar materi radioaktif tersebar di darat dan laut.
"Sepertinya industri dan pemerintah belum belajar dari Fukushima," kata Suzuki, yang berada di dewan penasihat komite parlemen tentang keselamatan nuklir.
Kansai adalah yang paling bergantung pada tenaga setelah Fukushima, mendapatkan sekitar setengah pasokan listriknya dari energi atom. Lima pekerja tewas di pembangkit listrik Mihama pada tahun 2004 setelah pipa yang tidak diperiksa selama hampir satu dekade meledak.
Pada tahun 2019, eksekutif Kansai Electric mengaku menerima uang tunai dan hadiah senilai 360 juta yen dari seorang pejabat. "Mereka tidak berubah, itu kesan saya, meskipun ada skandal yang melibatkan suap," kata Suzuki.
(wk/zodi)