Australia Cabut Batasan Usia Penerima Vaksin AstraZeneca
Dunia

Sebelumnya, Australia hanya memperbolehkan Vaksin AstraZeneca diberikan kepada warga berusia di atas 60 tahun karena risiko pembekuan darah yang langka namun serius.

WowKeren - Australia mencabut batasan usia untuk penerima vaksin COVID-19 AstraZeneca. Hal ini diumumkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

Sebelumnya, Australia hanya memperbolehkan Vaksin AstraZeneca diberikan kepada warga berusia di atas 60 tahun karena risiko pembekuan darah yang langka namun serius. Namun kini Kabinet Nasional telah menyetujui pemberian Vaksin AstraZeneca kepada warga Australia di bawah 60 tahun yang bersedia menerima risiko tersebut.

"Sekarang Australian Technical Advisory Group on Immunization (ATAGI) menyarankan, terkait preferensi untuk AstraZeneca, agar vaksin tersedia bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun," jelas PM Morrison, Senin (28/6). "Tetapi saran tersebut tidak menghalangi orang di bawah 60 tahun untuk mendapatkan Vaksin Astra Zeneca."

PM Morrison menyarankan agar warga yang hendak mendapatkan vaksin AstraZeneca untuk bediskusi dengan dokter terlebih dahulu. "Dan kedua, kami juga menyediakan skema ganti rugi bagi dokter umum tersebut, sehingga mereka dapat secara aktif terlibat dengan Anda, dan Anda dapat membuat keputusan terbaik untuk kesehatan Anda," paparnya.


Saat ditanya apakah ini berarti warga berusia di bawah 40 tahun dapat segera mendapatkan suntikan Vaksin AstraZeneca, PM Morrison membenarkannya. "Untuk mendapatkan akses ke AstraZeneca, jika mereka bersedia mengambil risiko itu, jika mereka ingin pergi dan berbicara dengan tempat kerja atau dokter mereka dan memiliki akses ke vaksin AstraZeneca, mereka dapat melakukannya. Jadi jawabannya adalah ya, mereka bisa pergi dan melakukan itu," jawabnya.

Sebagai informasi, ATAGI telah menyarankan agar warga berusia di bawah 40 tahun menerima vaksin Pfizer. Namun, saat ini warga berusia di bawah 40 tahun tanpa kondisi kesehatan yang serius hanya bisa mendapatkan AstraZeneca.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Australia membantah kebijakan baru ini diambil karena adanya kelebihan pasokan vaksin AstraZeneca dan kekurangan suplai vaksin Pfizer. "Apa yang telah kami lakukan adalah memastikan bahwa kami memiliki pasokan vaksin buatan dalam negeri yang sangat signifikan, pembuatan vaksin berdaulat di sini di Australia," papar Menkes Greg Hunt.

Terkait pasokan Vaksin Pfizer, Hunt menyatakan bahwa pemerintah telah menggandakan jumlah dosis yang tiba di Australia per minggu selama bulan Juli.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait