Sebagai informasi, Konstitusi 1987 membatasi masa jabatan Presiden Filipina selama satu periode enam tahun. Sedangkan Wakil Presiden akan dipilih secara terpisah dari Presiden.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 30 Juni 2021 - 14:13 WIB
WowKeren - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan dirinya mungkin mempertimbangkan untuk maju sebagai Wakil Presiden kala masa jabatannya sebagai Kepala Negara habis. Pernyataan ini merupakan tanda terkuat yang menunjukkan bahwa Duterte mempertimbangkan seruan koalisi Partai PDP-Laban yang memintanya untuk mencalonkan diri sebagai Wapres demi melanjutkan program pemerintahannya.
"Ini sama sekali bukan ide yang buruk, dan jika memang ada ruang untuk saya di sana, mungkin," jelas Duterte terkait prospeknya mencalonkan diri sebagai Wapres Filipina. "Tetapi jika tidak ada ruang untuk saya, semua orang berkerumun ingin menjadi Wakil Presiden, biarkan mereka saat ini karena saya sudah selesai."
Tak hanya membahas soal prospeknya maju sebagai Wapres, Duterte juga sempat mencaci Manny Pacquaio dalam pernyataannya. Pacquaio yang merupakan bintang tinju Filipina sekaligus senator dan Presiden koalisi Partai PDP-Laban dikecam karena mengatakan korupsi telah memburuk di era Duterte.
"Anda tidak memberi tahu saya apa pun selama ini, Anda semua memuji dan memuji saya dan sekarang Anda akan mengatakan korup," ujar Duterte. Sang Presiden menambahkan apabila Pacquaio tidak memberikan penjelasan lebih lanjut maka, "Saya akan memburu Anda setiap hari. Saya akan mengekspos Anda sebagai pembohong."
Sebagai informasi, Konstitusi 1987 membatasi masa jabatan Presiden Filipina selama satu periode selama enam tahun. Sedangkan Wakil Presiden akan dipilih secara terpisah dari Presiden. Wapres Filipina berpotensi didorong menduduki posisi Kepala Negara apabila Presiden yang bersangkutan meninggal atau lumpuh karena alasan apa pun.
Setidaknya ada dua mantan Presiden Filipina yang berhasil mencalonkan diri untuk jabatan publik setelah menyelesaikan masa pemerintahannya, yakni Joseph Estrada dan Gloria Macapagal Arroyo. Namun tidak ada yang mencalonkan diri sebagai Wapres.
Prospek pencalonan Duterte sebagai Wapres Filipina ini membuat pihak oposisi anyar, 1Sambayan, terkejut. "Dugaan pencalonan Presiden sebagai Wapres tidak hanya membuat ejekan terhadap konstitusi tetapi juga lelucon yang paling buruk. Ini menggelikan," kata pemimpin 1Sambayan, Howard Calleja.
Selama menjabat, Duterte memperoleh ketenaran berkat retorika vulgarnya dan perangnya terhadap obat-obatan terlarang yang telah menewaskan ribuan tersangka kecil. Meski demikian, popularitas Duterte di Filipina dilaporkan tetap tinggi.
Bulan ini, Kepala jaksa penuntut Pengadilan Kriminal Internasional menyatakan bahwa pemeriksaan pendahuluan menemukan alasan untuk percaya ada kejahatan terhadap kemanusiaan selama penumpasan anti-narkoba Duterte. Jaksa meminta otorisasi untuk membuka penyelidikan formal dan hakim pengadilan memiliki waktu 120 hari untuk memutuskan.
(wk/Bert)