Tak Melulu Bisnis Minyak, Arab Saudi Ingin Jadi Pusat Logistik Global Luncurkan Maskapai Baru
Dunia

Pengumuman ini disampaikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengubah kerajaan menjadi pusat logistik global.

WowKeren - Arab Saudi telah mengambil langkah baru sebagai upaya untuk melakukan diversifikasi dari minyak. Sebagai wujudnya, negara kerajaan ini berencana untuk meluncurkan maskapai penerbangan nasional kedua.

Pengumuman ini disampaikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada hari Selasa (30/6) sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengubah kerajaan menjadi pusat logistik global. Penciptaan maskapai lain ini diharapkan akan melambungkan Arab Saudi ke peringkat ke-5 secara global dalam hal lalu lintas angkutan udara.

Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh media resmi pemerintah. Meski demikian, masih belum ada penjelasan lebih detail mengenai kapan dan bagaimana maskapai itu akan dibuat.

Arab Saudi tak hanya merupakan negara terbesar di Teluk secara geografis namun juga menjadi ekonomi Arab terbesar. Pangeran Mohammad telah memelopori dorongan bagi Arab Saudi untuk meningkatkan pendapatan non-minyak menjadi sekitar 45 miliar riyal pada tahun 2030.


Upaya itu dilakukan dengan menjadikan negara kerajaan tersebut sebagai pusat logistik global, yang mencakup pengembangan pelabuhan, jaringan kereta api dan jalan raya. Dengan begitu diharapkan akan terjadi peningkatan kontribusi sektor transportasi dan logistik terhadap produk domestik bruto menjadi 10 persen dari 6 persen.

Pada akhirnya, perkembangan tersebut akan turut andil dalam membantu sektor lainnya termasuk pariwisata dan kegiatan haji. Demikian dilaporkan oleh kata kantor berita negara SPA.

"Strategi komprehensif bertujuan untuk memposisikan Arab Saudi sebagai pusat logistik global yang menghubungkan tiga benua," kata Mohammed mengutip SPA. "Ini akan membantu sektor lain seperti pariwisata, haji dan umrah untuk mencapai target nasional mereka."

Penambahan maskapai lain akan meningkatkan jumlah tujuan internasional dari Arab Saudi menjadi lebih dari 250. Tak hanya itu, kapasitas kargo udara diperkirakan juga akan meningkat menjadi lebih dari 4,5 juta ton. Media lokal melaporkan awal tahun ini bahwa dana kekayaan kedaulatan kerajaan direncanakan untuk digunakan membangun bandara baru di Riyadh sebagai bagian dari peluncuran maskapai baru tersebut.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts