Ilmuwan menyebut jika deforestasi kian merajalela akan ada risiko kebakaran lebih besar tahun ini karena kekeringan ekstrem. Bahkan banyak wilayah Amazon yang mencatat cuaca kering.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 30 Juni 2021 - 16:44 WIB
WowKeren - Hutan hujan Amazon memainkan peranan penting di bumi, terutama terkait fungsinya sebagai penghasil oksigen terbesar. Namun deforestasi yang terjadi pada hutan Amazon hingga kini masih menjadi perhatian.
Presiden Jair Bolsonaro telah mengeluarkan larangan 120 hari yang luas terhadap kebakaran luar ruang ilegal. Larangan ini dikeluarkan menjelang musim pembakaran tahunan di hutan Amazon. Sehari sebelumnya, Bolsonaro mengerahkan kembali militer dalam upaya untuk menghentikan deforestasi di hutan hujan terbesar di dunia itu.
Deforestasi kian meluas di bawah pimpinan Bolsonaro. Bahkan deforestasi mencapai level tertinggi selama 12 tahun pada 2020 ketika area tujuh kali ukuran London ditebang menurut National Institute for Space Research (INPE). INPE juga mengungkapkan bahwa tahun lalu wilayah itu juga mencatat kebakaran paling banyak sejak 2017.
Bolsonaro sendiri telah banyak dikritik terkait bagaimana upayanya menangani hutan. Pendekatan yang dilakukan oleh presiden sayap kanan tersebut dianggap "eksploitatif" terhadap sumber daya alam dan menghadapi kecaman internasional. Brasil dinilai tidak berbuat cukup untuk menghentikan perusakan Amazon, yang tak hanya menyuplai oksigen bagi makhluk hidup di bumi namun juga sebagai benteng penting bagi perubahan iklim.
Data awal INPE menunjukkan deforestasi meningkat 25 persen lebih banyak selama lima bulan pertama tahun 2021 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Modus deforestasi yang umum dilakukan adalah pelaku mula-mula menebang kayu dan kemudian membakar daerah tersebut. Mereka kemudian membukanya untuk penggunaan pertanian di masa mendatang dalam perampasan tanah spekulatif.
Sementara itu, para ilmuwan memperingatkan jika deforestasi kian merajalela akan ada risiko kebakaran lebih besar tahun ini karena kekeringan ekstrem. Bahkan sudah banyak wilayah di Amazon yang mencatat cuaca yang lebih kering daripada tahun lalu.
Lembaga Penelitian Lingkungan Amazon (IPAM) memperingatkan bahwa pola cuaca global dapat meningkatkan risiko kebakaran. "Lebih buruk lagi, ini adalah tahun yang terkena dampak La Nina, yang terutama membuatnya kering di Amazon selatan," kata mereka dalam sebuah pernyataan.
(wk/zodi)