Bocah Taiwan Wafat Usai Dibanting 27 Kali Oleh Guru Judo Tak Berlisensi, Disebut Sempat 70 Hari Koma
Wikimedia Commons/Martin Rulsch
Dunia

Huang (7) meninggal dunia setelah 70 hari koma pasca dibanting sampai 27 kali di sesi latihan judonya pada April 2021. Cedera yang dialami disebut setara korban kecelakaan tabrak mobil.

WowKeren - Kisah pilu datang dari Taiwan, dialami oleh seorang bocah yang menjadi korban dari aksi tidak bertanggung jawab guru bela dirinya. Bocah berusia 7 tahun asal Taiwan itu dilaporkan meninggal dunia setelah dibanting oleh pelatih judonya sebanyak 27 kali.

Huang, nama bocah itu, tak mengira latihan judonya pada bulan April 2021 lalu malah berakhir merenggut nyawanya. Huang memang sejak awal sudah merasa tidak enak badan dan mengaku mual.

Namun keluhannya ini malah ditanggapi dengan remeh oleh pelatihnya, Ho, yang kini telah harus berurusan dengan aparat hukum Taiwan. Ho mengklaim Huang mual karena terlalu banyak makan dan malah kemudian mempraktikkan bantingannya, sebuah gerakan yang awam di bela diri judo, sampai berkali-kali kepada Huang.

Huang disebut sudah memohon kepada Ho agar berhenti membantingnya, namun sang pelatih tidak mendengar. Huang mulai kehilangan kesadaran setelah mengalami 6-7 bantingan dari sang pelatih, meski terungkap bocah nahas itu sampai 27 kali dibanting selama sesi latihan terakhirnya.


Ho malah mengejek Huang hanya berpura-pura pingsan, hingga akhirnya kondisi asli sang bocah terungkap setelah dibawa ke rumah sakit. Dokter menyebut Huang mengalami pendarahan otak dan cedera tubuh yang sama fatalnya dengan yang dialami korban kecelakaan tabrak mobil.

Sudah nyaris tak ada harapan untuk Huang sebenarnya, bahkan keluarganya sudah rela untuk melepaskan alat-alat bantu hidup yang menempel di tubuh bocah malang tersebut. Namun tim medis mendapati adanya tanda-tanda vital di tubuh Huang yang menguatkan kembali keluarganya, meski akhirnya mereka memilih menyerah pada Selasa (29/6) waktu setempat.

Huang pun akhirnya meninggal dunia setelah koma 70 hari pasca 27 kali dibanting di sesi latihan judonya. Ho sendiri telah diringkus oleh pihak berwajib dan sedang menjalani investigasi dalam kasus yang menyita perhatian ini.

Melansir Taipei Times, Ho dijerat dengan pasal kekerasan fisik berakibat cedera fatal serta menggunakan anak di bawah umur, dalam hal ini murid judonya, untuk melakukan tindak kriminal. Ho sudah dipenjara sejak April 2021 lalu dan pada 5 Juni 2021 kemarin ia juga dikenai denda NTD100.000 (setara Rp52.123.030).

Dan yang membuat kasus ini lebih mencuri perhatian, Ho juga terungkap tidak memiliki lisensi atas praktik mengajar judonya tersebut. Dilaporkan Focus Taiwan, Ho tidak mengantongi lisensi resmi dari Federasi Judo Taipei Tiongkok.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait