Pakar Imunisasi Sebut Efektivitas Vaksin COVID-19 Menurun Tehadap Varian Baru
pexels.com/RF._.studio/Ilustrasi
Nasional

Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya untuk menghadapi pandemi. Akan tetapi, baru-baru ini, pakar imunisasi menyatakan bahwa efektivitas vaksin terhadap varian baru menurun.

WowKeren - Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19. Hal ini lantaran Indonesia saat ini tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19. Percepatan vaksinasi diharapkan bisa segera mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

Seperti yang diketahui, lonjakan COVID-19 di Indonesia ini juga dikarenakan masuknya virus varian baru seperti Delta. Terkait dengan hal itu, Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi mengatakan bahwa efektivitas vaksin COVID-19 terhadap varian baru jenis apapun termasuk Delta dari India menurun.

Meski demikian, efektivitasnya tidak menurun hingga 0 persen. "Semua vaksin terhadap varian apapun juga termasuk yang Delta, efetivitasnya memang turun," tutur Jane dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (1/7).

Lebih lanjut, Jane mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Vaksinasi COVID-19 memang tidak membuat masyarakat kebal terhadap virusnya, tetapi itu bisa melindungi dan membentuk antibodi yang lebih kuat dari sebelumnya.


Meski demikian, orang yang telah divaksin, kemudian terpapar COVID-19, itu akan meringankan risiko yang ditimbulkan. Kemudian juga tidak mengalami sakit dengan gejala berat dan cenderung terhindar dari risiko kematian.

"Jadi kita jangan perlu takut atau kecewa, sudah divaksin masih terinfeksi, jangan," terang Jane. Ia meminta masyarakat untuk tidak merasa kecewa dan khawatir saat terpapar COVID-19, padahal telah divaksin.

Jane pun mendorong masyarakat untuk tetap mau mengikuti dan melaksanakan vaksinasi COVID-19 dan tidak milih-milih dengan jenis vaksin yang akan digunakan. Hal ini dikarenakan semua jenis vaksin itu masih efektif, baik virus asli, atau pun varian baru. "Semua vaksin itu masih efektif untuk semua varian maupun non varian," imbuhnya.

Sementara untuk efek dari vaksinasi itu memang ada, dan bukan merupakan efek langsung dari vaksin COVID-19, melainkan hanya efek samping. Gejala-gejalanya pun telah didata dan diteliti oleh pakar.

Apabila memang terjadi efek langsung dari vaksin COVID-19 yang digunakan, pemerintah pasti akan langsung mencabut izin penggunaannya. Sementara untuk orang yang meninggal setelah melaksanakan vaksinasi itu belum bisa dipastikan apakah berhubungan langsung dengan vaksin COVID-19 itu sendiri.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait