Dibanjiri permintaan dari perusahaan dan universitas untuk vaksin, pasokan Moderna sebanyak 50 juta dosis habis dalam waktu singkat hingga pemerintah mengalihkannya ke Pfizer.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 03 Juli 2021 - 17:54 WIB
WowKeren - Rencana Jepang untuk melakukan program vaksinasi nasional tampaknya harus mengalami kemunduran. Sebelumnya, rencana ini digaungkan oleh Perdana Menteri Yoshihide Suga seiring dengan kian dekatnya gelaran Olimpiae Tokyo.
Suga menetapkan target 1 juta suntikan per hari. Pejabat pemerintah daerah pun berusaha mematuhi langkah-langkah tersebut dan bekerja keras untuk itu dengan mereka mencari lokasi dan staf medis. Alhasil, target 1 juta suntikan tercapai pada bulan Juni. Namun kini, stok vaksin mulai menipis.
Hanya sekitar 30 persen dari permintaan yang diajukan oleh pemerintah daerah untuk vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Pfizer Inc. dan perusahaan biocommerce Jerman BioNTech kemungkinan akan dipenuhi dalam periode dua minggu mulai 19 Juli. Ketidakpastian terkait jumlah vaksin yang tersedia menyebabkan pemerintah daerah terpaksa menangguhkan penerimaan reservasi vaksin untuk sementara waktu.
Pemerintah Osaka pada 2 Juli memutuskan untuk menunda mulainya reservasi yang dijadwalkan pada 12 Juli untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kota Chiba memutuskan untuk berhenti menerima reservasi dari lansia 65 tahun ke atas yang mencoba mendapatkan suntikan pertama mereka. Kondisi ini menyebabkan Walikota Yamagata Takahiro Sato menjadi jengkel.
"Sesuai dengan kebijakan pemerintah, ahli medis dan pejabat pemerintah kota melakukan yang terbaik untuk memperluas program vaksinasi," kata Sato. "Tapi sekarang ada batasan pada pasokan vaksin. Ada kebingungan yang luar biasa di antara mereka yang menangani vaksinasi."
Vaksin Pfizer telah digunakan untuk menyuntik warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas, kelompok pertama yang menerima suntikan di luar profesional perawatan medis. Pemerintah pusat juga mengumumkan rencana untuk mengizinkan suntikan diberikan di tempat kerja dan universitas mulai 21 Juni dengan menggunakan Moderna.
Dibanjiri permintaan dari perusahaan dan universitas untuk vaksin, pasokan Moderna sebanyak 50 juta dosis dengan cepat menjadi habis. Hal ini membuat pemerintah mengalihkan beberapa vaksin Pfizer yang akan digunakan oleh pemerintah daerah di pusat vaksinasi massal ke program tempat kerja.
(wk/zodi)