Kebakaran disebabkan oleh angin kencang hingga berdampak pada 10 komunitas di area seluas 50 km persegi. Api mengakibatkan beberapa rumah di kaki pegunungan Troodos rusak.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 05 Juli 2021 - 08:49 WIB
WowKeren - Kebakaran hutan di Siprus memakan korban. Sebanyak 4 orang ditemukan tewas ketika kebakaran besar berkobar untuk hari kedua di Siprus. Kebakaran ini telah menghanguskan hutan dalam kobaran api, yang mana disebut sebagai yang terburuk.
Kebakaran disebabkan oleh angin kencang hingga berdampak pada 10 komunitas di area seluas 50 km persegi (19 mil persegi). Api mengakibatkan beberapa rumah di kaki pegunungan Troodos rusak. Para korban, yang diduga warga negara Mesir dan pekerja pertanian, ditemukan tewas di dekat Odou, sebuah komunitas pegunungan di utara kota Limassol dan Larnaca.
Menteri Dalam Negeri Nicos Nouris mengatakan jika insiden ini adalah yang paling merusak sejak negara itu berdiri. Tak hanya menyebabkan kerugian material namun juga memakan korban jiwa.
"Semua indikasi menunjukkan empat orang yang hilang sejak kemarin," ujarnya. "Kami mengalami kebakaran paling merusak sejak berdirinya republik Siprus tak hanya dalam segi kerusakan material, namun juga dalam hal kehidupan manusia."
Pemadam kebakaran dan kru memfokuskan upaya mereka pada dua titik api besar antara desa Odou dan Vavatsinia. Sebanyak 11 pesawat pemadam kebakaran dan ratusan petugas pemadam dikerahkan, lapor penyiar radio RIK.
Insiden ini turut mengundang negara tetangga untuk ikut membantu. Lembaga eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa, mengatakan jika pesawat pemadam kebakaran telah diberangkatkan dari Yunani. Italia dan Israel juga dilaporkan mengerahkan petugas pemadam kebakaran udara mereka.
Guna menyediakan peta kerusakan yang terdampak akibat kebakaran itu, satelit darurat UE Copernicus telah diaktifkan. Direktur Departemen Kehutanan Charalambos Alexandrou menyebut insiden ini yang terburuk. "Ini adalah kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Siprus," ujarnya kepada Omega TV.
Penyebab kebakaran yang dimulai sekitar tengah hari pada Sabtu (4/7) hingga kini masih belum jelas. Namun di bulan-bulan musim panas, Siprus memang mengalami suhu tinggi dan kekeringan dengan suhu dalam beberapa hari terakhir melebihi 40 Celcius. Saat ini tim pemadam tengah berupaya mencegah kobaran api melintasi pegunungan dan menghentikannya sebelum mencapai puncak tertinggi di Siprus.
(wk/zodi)