Kondisi PM Malaysia Usai Masuk Rumah Sakit Karena Diare
AFP/Mohd Rasfan
Dunia

Sebagai informasi, Perdana Menteri Malaysia sempat didiagnosis menderita kanker pankreas pada tahun 2018 lalu. Namun ia telah dinyatakan bebas dari kanker pada Juni tahun lalu.

WowKeren - Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin dilaporkan masuk ke rumah sakit pada 30 Juni 2021 lalu karena diare. Pada Minggu (4/7), Kantor Perdana Menteri (PMO) mengungkapkan bahwa kondisi Yassin telah stabil.

Selain itu, PMO juga menyatakan bahwa evaluasi kesehatan penuh menunjukkan Yassin tidak menderita komplikasi atau masalah dari gangguan kesehatan sebelumnya. Meski demikian, Yassin masih menerima perawatan di rumah sakit.

"Perdana Menteri dirawat di rumah sakit sejak 30 Juni 2021 dan masih menerima perawatan karena infeksi saluran cerna," demikian kutipan pernyataan PMO, melansir Malay Mail pada Senin (5/7). "Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan kambuhnya masalah tumor dari sebelumnya."

Yassin tetap menerima perawatan antibiotik intravena di rumah sakit atas saran tim dokter. Namun sang Perdana Menteri diperkirakan sudah bisa keluar dari rumah sakit dalam beberapa hari ke depan.

"Kondisinya stabil dan telah membaik sejauh ia diizinkan bekerja selama dalam perawatan," lanjut pernyataan tersebut. "Dia diperkirakan akan keluar dari rumah sakit dalam beberapa hari."


Sebagai informasi, Yassin sebelumnya telah didiagnosis menderita kanker pankreas pada tahun 2018 lalu. Namun ia telah dinyatakan bebas dari kanker pada Juni tahun lalu.

Awal tahun 2021 ini, PMO juga telah membantah rumor yang menyebut Yassin harus menjalani perawatan untuk penyakitnya. Kala itu, PMO kembali menegaskan bahwa Yassin sudah dinyatakan bebas kanker, dan telah disertifikasi oleh para ahli medis.

"Rumor bahwa Perdana Menteri perlu menjalani perawatan setelah kanker yang dideritanya tidaklah benar dan jahat," demikian pernyataan PMO pada Januari 2021 lalu. "Perdana menteri telah disertifikasi bebas kanker oleh para ahli medis yang merawatnya."

Di sisi lain, Malaysia kini tengah dihadapkan oleh situasi pandemi virus corona (COVID-19) yang membuat sebagian besar tenaga kesehatan mengalami burnout yang parah. Diketahui, burnout adalah keadaan lelah secara emosional, mental, dan seringkali fisik. Kondisi ini muncul akibat stres yang berkepanjangan atau berulang.

Hal itu sebagaimana diinformasikan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia di tengah kekhawatiran tentang kesehatan mental para stafnya saat mereka menghadapi wabah COVID-19. Pengungkapan tersebut dilakukan usai survei yang dilakukan kementerian terhadap 893 petugas kesehatan baru-baru ini.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait