Beberapa politisi Ukraina bahkan muncul di parlemen dengan sepasang sepatu dan meminta Menteri Pertahanan untuk mengenakan sepatu hak tinggi dalam parade tersebut.
- Bertilia Puteri
- Senin, 05 Juli 2021 - 17:11 WIB
WowKeren - Kementerian Pertahanan Ukraina menuai kritik usai foto- foto barisan tentara wanita yang mengenakan sepatu hak tinggi alias heels beredar. Foto resmi tersebut diambil dalam persiapan parade peringatan 30 tahun deklarasi kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet pekan lalu.
"Hari ini, untuk pertama kalinya, latihan dilakukan dengan sepatu hak tinggi," ujar kadet Ivanna Medvid, dikutip dari situs resmi Kemenhan Ukraina. "(Latihan) Agak lebih sulit dibandingkan dengan memakai boots, tapi kami terus mencobanya."
Keputusan penggunaan sepatu hak tinggi untuk para tentara wanita ini memicu kritik dan kemarahan, baik di media sosial maupun di parlemen. Timbul pula tuduhan bahwa para tentara wanita tersebut telah diseksualisasi.
Beberapa politisi Ukraina bahkan muncul di parlemen dengan sepasang sepatu dan meminta Menteri Pertahanan untuk mengenakan sepatu hak tinggi dalam parade tersebut. "Sulit untuk membayangkan ide yang lebih bodoh dan berbahaya," ujar salah satu anggota Partai Golos, Inna Sovsun.
Menurut Sovsun, tentara wanita Ukraina telah mempertaruhkan hidup mereka dan "tidak pantas untuk diejek". Sementara itu, Wakil Ketua Legislatif Olena Kondratyuk menyatakan bahwa pihak otoritas harus meminta maaf secara terbuka karena "mempermalukan" wanita dan melakukan penyelidikan.
Sejumlah anggota kabinet Ukraina turut mengkritik keputusan Kemenhan yang membuat taruna militer wanita mengenakan sepatu hak tinggi dalam parade penting. Tiga anggota kabinet Ukraina, termasuk Menteri Urusan Veteran Yulia Laputina, bahkan telah merilis pernyataan bersama terkait isu ini.
"Tujuan dari setiap parade militer adalah untuk menunjukkan kemampuan militer tentara," demikian kutipan pernyataan bersama tersebut. "Tidak boleh ada ruang stereotip dan seksisme."
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Andriy Taran mengaku telah menginstruksikan para pejabat untuk melihat apakah sepatu "eksperimental" selain sepatu hak tinggi seperti ankle boots dapat dikenakan oleh tentara wanita. Namun pihak militer tidak memberikan penjelasan jelas mengapa taruna wanita harus mengenakan jenis sepatu yang berbeda dari taruna laki-laki.
(wk/Bert)