Cabang eksekutif UE, Komisi Eropa, menyebut jika skala investasi yang dibutuhkan untuk agenda tersebut jauh di luar kapasitas publik. Sehingga perlu menyalurkan arus keuangan swasta.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 07 Juli 2021 - 10:44 WIB
WowKeren - Uni Eropa (UE) mengatakan mereka akan menyalurkan ratusan miliar euro setiap tahun ke dalam investasi berkelanjutan untuk menciptakan "benua netral iklim" pertama pada tahun 2050. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan bank dan pasar.
Cabang eksekutif UE, Komisi Eropa, menyebut jika skala investasi yang dibutuhkan untuk agenda tersebut jauh di luar kapasitas publik. Sehingga langkah yang diambil adalah dengan menyalurkan arus keuangan swasta ke dalam kegiatan ekonomi yang relevan.
"Karena skala investasi yang dibutuhkan jauh di luar kapasitas sektor publik," kata mereka. "Tujuan utama kerangka keuangan berkelanjutan adalah untuk menyalurkan arus keuangan swasta ke dalam kegiatan ekonomi yang relevan."
Upaya ini dibangun di atas inisiatif Uni Eropa 2018 yang mengatur panggung untuk "taksonomi" blok atau klasifikasi investasi yang benar-benar hijau. Seperti dilansir kantor berita Reuters bulan lalu, negara-negara Uni Eropa akan diminta untuk menilai pada Juni 2023 bagaimana pasar keuangan mereka berkontribusi untuk mencapai tujuan iklim blok dalam rangka menghilangkan emisi karbon bersih di pertengahan abad ini.
Eksekutif UE mengatakan pihaknya juga akan mengusulkan perubahan pada aturan bank. Dengan begitu diharapkan faktor lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) menjadi inti untuk mengelola risiko dalam pembukuan mereka.
"Komisi akan mempertimbangkan dan menilai langkah-langkah lebih lanjut," kata Komisi Eropa. "Untuk memungkinkan semua pelaku pasar keuangan dan penasihat yang relevan untuk mempertimbangkan dampak keberlanjutan positif dan negatif dari keputusan investasi mereka, dan produk yang mereka sarankan secara sistematis."
Diketahui, negara-negara Uni Eropa memiliki pendapat yang berbeda terkait apakah gas layak diberi label hijau. Beberapa negara bagian mengatakan hal itu harus didukung untuk membantu negara-negara menghentikan lebih banyak polusi batubara. Sementara yang lain mengatakan memberi label bahan bakar fosil sebagai "hijau" tidak kredibel.
(wk/zodi)