Negara Tirai Bambu telah bekerja untuk memperluas habitat panda dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu dilakukan dengan menanam lebih banyak hutan bambu.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 10 Juli 2021 - 09:24 WIB
WowKeren - Tiongkok telah menghapus panda raksasa dari daftar spesies terancam punah. Langkah ini diambil usai populasi liar hewan itu meningkat menjadi sekitar 1.800. Hal ini sebagaimana diumumkan oleh para pejabat.
Kepala Departemen Perlindungan Ekologi Alam China Cui Shuhong pada hari Rabu (7/7) mengatakan jika panda sekarang akan dimasukkan ke dalam daftar kategori "rentan punah". Saat konferensi pers, Shuhong menyatakan jika capaian ini berhasil didapat lantaran didukung oleh kondisi ekosistem alam yang juga dilindungi sehingga mampu mendorong panda untuk berkembang biak lebih banyak.
"China telah membentuk sistem cagar alam yang relatif lengkap," kata Shuhong menurut CNN. "Area besar ekosistem alami telah dilindungi secara sistematis dan sepenuhnya, dan habitat satwa liar telah ditingkatkan secara efektif."
Dia mengatakan Negara Tirai Bambu telah bekerja untuk memperluas habitat panda dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu dilakukan dengan menanam lebih banyak hutan bambu, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian.
Tak hanya panda raksasa, upaya ini juga turut membantu melestarikan satwa lainnya seperti harimau Siberia, macan tutul amur, gajah Asia, dan ibis jambul. Adapun keputusan Tiongkok kali ini datang hampir lima tahun setelah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam menghapus panda dari daftar spesies yang terancam punah dan mengklasifikasikannya kembali sebagai spesies rentan.
Panda raksasa pertama kali dinyatakan terancam punah pada tahun 1990. Namun jumlahnya telah meningkat dari sekitar 1.600 pada tahun 2003 ke saat ini yang lebih dari 1.800 ekor.
Panda raksasa adalah satwa unik khas Tiongkok yang lucu dan menggemaskan bagi beberapa orang terutama pecinta hewan. Hewan ini telah menjadi bagian dari strategi diplomasi Tiongkok dan digunakan oleh para pemimpinnya untuk membentuk citra negara itu sebagai negara adidaya yang baik hati.
Panda raksasa pernah diberikan oleh Pemerintah Tiongkok ke negara-negara sebagai tanda niat baik dan persahabatan sebelum tahun 1982. Namun jumlah mereka yang menyusut telah mendorong lahirnya kebijakan pinjaman.
(wk/zodi)