Pfizer akan bertemu dengan pejabat Amerika Serikat untuk membahas kelanjutan dari peluncuran booster vaksin. Sebagai informasi, booster merupakan penguatan untuk suntikan vaksin COVID-19.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 12 Juli 2021 - 17:18 WIB
WowKeren - Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya masing-masing negara di dunia untuk mengatasi pandemi. Bahkan sejumlah negara merencanakan suntikan dosis ketiga vaksin sebagai booster untuk para tenaga kesehatan (nakes).
Pfizer mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk bertemu dengan pejabat tinggi kesehatan Amerika Serikat (AS) pada Senin. Pertemuan itu nantinya akan membahas permintaan pembuatan obat bagi otorisasi federal dari dosis ketiga vaksin COVID-19. Kepala Penasihat Medis Presiden Joe Biden mengakui bahwa suntikan dosis ketiga vaksin atau booster nantinya akan dibutuhkan.
Perusahaan Pfizer dijadwalkan untuk bertemu dengan Food and Drug Administration dan pejabat lainnya pada Senin. Sebelumnya, Pfizer menegaskan bahwa suntikan booster akan diperlukan dalam waktu 12 bulan.
Dr. Mikael Dolsten dari Pfizer mengatakan bahwa pada pekan lalu, data awal dari studi booster perusahaan menunjukkan tingkat antibodi orang melonjak sekitar 5 hingga 10 kali lipat setelah dosis ketiga disuntikan. Hal ini diungkapkan kepada The Associated Press.
Sementara itu, pada Minggu, Dr. Anthony Fauci tidak mengesampingkan kemungkinan hal tersebut. Akan tetapi, terlalu dini bagi pemerintah untuk merekomendasikan suntikan lain saat ini.
Faucy menyampaikan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan FDA menyangkal pernyataan dari Pfizer terkait dengan saat ini mereka menilai suntikan booster diperlukan. Ia menambahkan bahwa studi klinis dan data laboratorium belum sepenuhnya mendukung perlunya booster, baik Pfizer, Moderna dua suntikan, maupun rejimen Johnson&Johnson satu suntikan.
"Saat ini, dengan data dan informasi yang kami miliki, kami tidak perlu memberikan kesempatan ketiga kepada orang-prang," terang Faucy. "Bukan berarti kita berhenti di situ, ada penelitian yang sedang dilakukan sekarang sedang berlangsung, saat kita berbicara tentang melihat kelayakan tentang apakah dan kapan kita harus mendorong orang."
Faucy menuturkan bahwa dalam beberapa bulan sangat mungkin pemerintah dapat mendesak booster berdasarkan faktor-faktor seperti usia dan kondisi medis yang mendasarinya. "Tentu saja itu sepenuhnya bisa dibayangkan, mungkin suatu saat, kita akan membutuhkan dorongan," tandas Faucy.
Sebelumnya, Pfizer dan BioNTech tengah mengembangkan booster untuk melawan varian Delta. Hal ini dikarenakan melihat adanya perlindungan tinggi pada vaksin tersebut.
(wk/tiar)