38 Orang Tewas Tersambar Petir Dalam 24 Jam di India, Ada Korban yang Sedang Selfie Saat Kejadian
Unsplash/Johannes Plenio
Dunia

Mayoritas kasus kematian terjadi di negara bagian barat Rajasthan, di mana 11 orang tewas setelah disambar petir di dekat menara pengawas di Benteng Amber.

WowKeren - Pada Senin (12/7), India melaporkan sedikitnya 38 kasus kematian yang disebabkan oleh petir dalam waktu 24 jam terakhir. Mayoritas kematian terjadi di negara bagian barat Rajasthan, di mana 11 orang tewas setelah disambar petir di dekat menara pengawas di Benteng Amber.

Menurut perwira polisi senior Anand Srivastava, sejumlah korban tengah mengambil selfie di dekat menara pengawas saat petir menyambar pada Minggu (11/7) malam. Ia mengungkapkan sedikitnya ada sembilan orang yang tewas dan hampir 20 orang lainnya mengalami luka-luka dan momen sambaran petir yang berbeda-beda.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah bernama Manoj Dixit mengungkapkan ada 18 orang yang tewas tersambar petir di Uttar Pradesh pada Minggu. Sebagian besar korban jiwa sambaran petir tersebut adalah buruh tani yang tengah bekerja di ladang.

Pemerintah kedua negara baguan tersebut pun mengumumkan kompensasi finansial bagi pihak keluarga korban yang meninggal dan terluka akibat sambaran petir. Adapun Departemen Meteorologi India telah memperingatkan akan ada lebih banyak petir dalam dua hari ke depan.


Sebagai informasi, sambaran petir memang biasa terjadi selama musim hujan di India. Musim hujan ini berlangsung mulai Juni hingga September. Pada tahun 2019 saja, ada lebih dari 2.900 orang yang tewas tersambar petir di India.

Pada Mei 2021 lalu, kawanan gajah liar yang berjumlah 18 ekor ditemukan mati di negara bagian Assam. Pejabat setempat menduga kawanan gajar tersebut mati karena sambaran petir besar.

Penduduk desa setempat menemukan 14 mayat gajah dewasa, dan empat mayat lainnya ditemukan berserakan di kaki kawasan hutan lindung Kundoli di Assam. Pemerintah negara bagian lantas memerintahkan penyelidikan tingkat tinggi atas insiden tersebut.

"Sebuah laporan awal menunjukkan kematian bisa dikarenakan oleh petir meskipun kita perlu mencari tahu melalui tes forensik jika mungkin ada alasan lain seperti keracunan atau penyakit," ungkap Menteri Hutan dan Satwa Liar Assam, Parimal Suklabaidya.

Penduduk setempat yang menemukan mayat hewan tersebut mengatakan bahwa gajah-gajah itu bisa saja terbunuh oleh sambaran petir pada malam hari. Seorang penjaga hutan setempat mengatakan hal yang sama, ia juga mengaku telah melihat pohon-pohon yang terbakar di daerah tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait