Banyak pengguna WhatsApp beralih ke aplikasi obrolan lain seperti Signal dan Telegram karena masalah privasi ketika pembaruan aplikasi diluncurkan awal tahun ini.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 13 Juli 2021 - 12:34 WIB
WowKeren - WhatsApp Facebook menghadapi keluhan dari kelompok konsumen Uni Eropa. Aplikasi ini disebut telah memaksa pengguna untuk menerima pembaruan privasi baru dalam apa yang disebut sebagai pelanggaran peraturan blok itu.
Organisasi Konsumen Eropa, atau BEUC, mengajukan keluhan pada Senin (12/7) atas cara WhatsApp yang membawa perubahan pada persyaratan layanan dan kebijakan privasinya. Menurut mereka, WhatsApp tidak transparan atau tidak mudah dipahami oleh pengguna.
Banyak pengguna WhatsApp beralih ke aplikasi obrolan lain seperti Signal dan Telegram karena masalah privasi ketika pembaruan diluncurkan awal tahun ini. Adanya pembaruan kebijakan memunculkan kekhawatiran perubahan akan memberi Facebook akses ke informasi lebih lanjut tentang pengguna.
Direktur Jenderal BEUC Monique Goyens mengatakan jika selama berbulan-bulan WhatsApp telah menjadi sangat "mengganggu" dengan pesan yang secara terus-menerus muncul untuk mengingatkan pengguna mengenai pembaruan. Sedangkan di lain sisi, pengguna sendiri tidak bisa memahami apa keuntungan yang mereka terima dari pembaruan itu.
"WhatsApp telah membombardir pengguna selama berbulan-bulan dengan pesan pop-up agresif dan terus-menerus untuk memaksa mereka menerima persyaratan penggunaan dan kebijakan privasi barunya," kata Goyens. "Aplikasi akan terputus jika mereka tidak menerima persyaratan baru. Namun konsumen tidak tahu apa yang sebenarnya mereka terima."
BEUC dan kelompok hak konsumen dari delapan negara anggota mengajukan pengaduan ke Komisi eksekutif UE dan jaringan otoritas konsumen blok tersebut. Sementara itu menurut pengakuan dari pihak WhatsApp, keluhan itu muncul lantaran ada kesalahpahaman tentang tujuan dan efek pembaruan. Pihak mereka akan menyambut baik kesempatan untuk menjelaskannya kepada BEUC.
"Pembaruan terbaru kami menjelaskan opsi yang dimiliki orang untuk mengirim pesan ke bisnis di WhatsApp," kata mereka. "Dan memberikan transparansi lebih lanjut tentang cara kami mengumpulkan dan menggunakan data."
WhatsApp meyakinkan pengguna jika pembaruan itu tidak memperluas kemampuan mereka dalam berbagi data dengan Facebook. "Dan tidak memengaruhi privasi pesan Anda dengan teman atau keluarga, di mana pun mereka berada di dunia," lanjut mereka.
(wk/zodi)