Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO telah memberikan peringatan kepada pihak yang mencampur vaksin COVID-19 dari pengembang yang berbeda dan menyebutnya sebagai 'tren berbahaya'.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 14 Juli 2021 - 19:48 WIB
WowKeren - Vietnam akan menawarkan vaksin virus corona (COVID-19) buatan Pfizer-BioNTech sebagai dosis kedua untuk masyarakatnya yang telah menerima satu dosis vaksin AstraZeneca. Sejauh ini, kampanye inokulasi massal Vietnam masih menggunakan vaksin AstraZeneca dengan kurang dari 300 ribu orang telah menerima vaksinasi penuh.
Adapun Vietnam baru saja menerima pengiriman 97 ribu dosis vaksin Pfizer-BioNTech pekan lalu. "Vaksin Pfizer akan diprioritaskan untuk orang yang diberi suntikan pertama AstraZeneca 8-12 minggu sebelumnya," demikian kutipan pernyataan pemerintah Vietnam, Selasa (13/7).
Kebijakan mencampur vaksin COVID-19 sebelumnya juga telah disetujui sejumlah negara lain, seperti Kanada, Spanyol, dan Korea Selatan. Adapun hasil awal sebuah penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa kombinasi Pfizer-AstraZeneca "sangat aman dan efektif".
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO telah memberikan peringatan kepada pihak yang mencampur vaksin COVID-19 dari pengembang yang berbeda. WHO menyebut langkah mencampur vaksin COVID-19 tersebut sebagai "tren berbahaya" karena hanya ada sedikit data yang tersedia tentang dampak kesehatannya.
"Ada sedikit tren berbahaya di sini," tutur Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, Senin (12/7). "Ini akan menjadi situasi kacau di negara-negara jika warga mulai memutuskan kapan dan siapa yang akan mengambil dosis kedua, ketiga dan keempat."
Menurut Swaminathan, pencampuran vaksin COVID-19 "tidak berbasis data". Namun pada Selasa kemarin, WHO memberikan klarifikasi dan menyebut bahwa beberapa data sudah tersedia dan mengharapkan adanya lebih banyak data.
"Data dari studi campuran dan kecocokan vaksin yang berbeda sedang ditunggu--imunogenisitas dan keamanan keduanya perlu dievaluasi," tutur pihak WHO.
Di sisi lain, Vietnam sendiri telah berusaha untuk mempercepat program vaksinasi seiring dengan naiknya laju infeksi COVID-19. Vietnam menyatakan pihaknya akan segera menerima 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca yang disumbangkan oleh Australia dan satu juta dosis vaksin AstraZeneca dari Jepang.
(wk/Bert)