Vaksin COVID-19 hingga saat ini masih dicari-cari oleh negara-negara di dunia, khususnya yang mengalami lonjakan kasus varian Delta. Akan tetapi, pengiriman vaksinnya sempat melambat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 15 Juli 2021 - 16:01 WIB
WowKeren - Vaksin COVID-19 masih menjadi kebutuhan yang diburu oleh negara-negara di dunia. Khususnya negara-negara yang tengah mengalami lonjakan COVID-19.
Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya yang dinilai signifikan dalam menghadapi pandemi dengan membentuk kekebalan komunal atau herd immunity. Akan tetapi ada kendala dalam pendistribusian vaksin COVID-19.
Di tengah perjuangan negara Asia dalam melawan varian Delta, distribusi dosis vaksin COVID-19 dari seluruh dunia yang sempat melambat, kini akhirnya semakin dipercepat. Hal ini tentunya memberikan harapan bagi mereka akan tingkat inokulasi yang rendah bisa meningkat.
Meski demikian, masih banyak janji pendistribusian vaksin COVID-19 yang belum terpenuhi. Padahal tingkat penyebaran COVID-19 varian Delta sangat cepat menyebar dan menginfeksi, sehingga terjadi lonjakan di sejumlah negara.
Menanggapi hal tersebut, para ahli menyebut bahwa lebih banyak yang harus dilakukan dalam membantu negara-negara dalam menghadapi dan berjuang melawan lonjakan COVID-19. Apalagi yang mengalami kekurangan pasokan oksigen dan hal penting lainnya.
Salah satu negara Asia yang telah kembali mendapatkan pasokan vaksin COVID-19 adalah Indonesia. Sekitar 1,5 juta dosis vaksin Moderna diperkirakan tiba di Indonesia pada Kamis (15/7) sore ini. Seperti yang diketahui, Indonesia saat ini tengah mengalami lonjakan COVID-19 yang didominasi oleh varian Delta dan angka kematiannya pun terbilang tinggi.
Selain kedatangan vaksin asal Amerika Serikat (AS) itu, Indonesia diketahui juga menerima 3 juta dosis vaksin lainnya yang tiba pada Minggu. Selain itu, ada juga vaksin AstraZeneca sebanyak 11,7 juta dosis yang telah datang dalam batch sejak Maret melalui mekanisme COVAX yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Banyak negara di dunia yang tengah mengalami lonjakan COVID-19, khususnya varian Delta. Varian Delta sendiri telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant of concern karena penyebarannya yang sangat cepat dan agresif.
Maka dari itu, dibutuhkan banyak vaksin untuk mencukupi persediaan pasokan dalam melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 agar bisa segera mencapai herd immunity. Dengan begini, COVID-19 akan bisa lebih mudah untuk dikendalikan penyebarannya.
(wk/tiar)