Kerajaan Arab Saudi sendiri berusaha untuk mengulangi kesuksesan ibadah haji tahun lalu, dimana tak ada infeksi virus corona tercatat selama pelaksanaannya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 15 Juli 2021 - 16:34 WIB
WowKeren - Arab Saudi siap menjadi tuan rumah ibadah haji mulai Sabtu (17/7). Adapun yang diperbolehkan menunaikan ibadah haji tahun ini hanya penduduk yang telah menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh, sedangkan jemaah dari luar negeri masih belum diperkenankan untuk melaksanakan ibadah haji untuk dua tahun berturut-turut.
Ini akan menjadi tahun kedua ibadah haji digelar di masa pandemi COVID-19. Kerajaan Saudi sendiri berusaha untuk mengulangi kesuksesan ibadah haji tahun lalu, dimana tak ada infeksi virus tercatat selama pelaksanaannya.
Untuk tahun ini, sebanyak 60 ribu penduduk dapat berpartisipasi dalam ibadah haji. Ini merupakan angka kapasitas yang lebih tinggi dibanding tahun lalu, namun jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan waktu normal. Pada tahun 2019 misalnya, sekitar 2,5 juta umat Muslim dari seluruh dunia turut berpartisipasi dalam ibadah haji tahunan.
Pada awal bulan ini, Kementerian Haji Arab Saudi menyatakan tengah mengerjakan "tindakan pencegahan kesehatan tingkat tertinggi" sehubungan dengan pandemi dan munculnya varian baru. Jemaah haji tahun ini dipilih dari setidaknya 558 ribu pelamar melalui sistem pemeriksaan online. Ibadah haji tahun ini terbatas untuk mereka yang telah divaksinasi lengkap, berusia 18-65 tahun, dan tak memiliki penyakit kronis.
Selain langkah-langkah jarak sosial yang ketat, kementerian juga mengatakan akan memperkenalkan "kartu haji pintar". Sistem tersebut memungkinkan akses bebas kontak ke kamp, hotel, dan bus untuk mengangkut jemaah di sekitar situs keagamaan. Selain itu, sistem kartu itu juga dapat membantu melacak jemaah yang hilang.
Sementara itu, otoritas setempat telah mengerahkan robot hitam-putih untuk mengeluarkan botol-botol dari mata air Zamzam di Masjidil Haram. Adapun Hajar Aswad diharapkan dijauhkan dari jangkauan selama ibadah berlangsung.
Sebelumnya, pihak otoritas mengatakan hanya mengizinkan 1.000 jemaah dalam ibadah haji tahun lalu. Namun media lokal melaporkan jemaah yang ambil bagian dalam ibadah haji tahun lalu mencapai hingga 10 ribu orang.
Tidak ada infeksi yang dilaporkan karena pihak berwenang mendirikan beberapa fasilitas kesehatan, klinik keliling, dan ambulans untuk melayani para jemaah. Para jemaah juga diberi sejumlah perlengkapan yang mencakup kerikil steril untuk ritual lempar jumrah, disinfektan, masker, sajadah dan ihram, pakaian haji putih mulus tradisional, yang terbuat dari bahan tahan bakteri.
(wk/Bert)