Maskapai Jepang Diminta Setop Terima Reservasi Untuk Penumpang Tak Terkait Olimpiade
Ruptly TV
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Langkah ini meliputi penerbangan yang masuk ke bandara Haneda, Narita, Chubu, Kansai dan Fukuoka. Adapun upacara pembukaan Olimpiade Tokyo dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang.

WowKeren - Pemerintah Jepang disebut telah meminta maskapai penerbangan untuk berhenti menerima reservasi baru bagi penumpang yang tidak terkait Olimpiade Tokyo hingga upacara pembukaan dimulai. Melansir Asahi Shimbun, pihak maskapai telah menyetujui permintaan Kementerian Transportasi Jepang tersebut.

Adapun langkah ini meliputi penerbangan yang masuk ke bandara Haneda, Narita, Chubu, Kansai dan Fukuoka, terutama hingga 22 Juli. Diketahui, upacara pembukaan Olimpiade Tokyo dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang.

Menurut pihak Kementerian, maskapai penerbangan tidak akan menerima reservasi baru dari masyarakat umum selama masa bandara diperkirakan akan penuh dengan delegasi Olimpiade dan pejabat yang datang dari luar negeri. Pejabat Olimpiade bahkan disebut tidak akan dapat memesan penerbangan apabila bandara sangat sibuk.

Maskapai penerbangan hanya akan kembali menerima reservasi dari penumpang tak terkait Olimpiade saat bandara tidak ramai selama periode tersebut. Adapun langkah ini bertujuan untuk mencegah pemeriksaan karantina bandara menjadi kewalahan.

Pihak Kementerian Transportasi telah menyampaikan permintaan ini kepada maskapai penerbangan mulai pertengahan Juni 2021 lalu. Adapun kedatangan delegasi Olimpiade diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Minggu (18/7).


Di sisi lain, rencana pihak penyelenggara untuk memisahkan orang-orang terkait Olimpiade dengan masyarakat umum disebut-sebut menunjukkan kegagalan. Kekacauan di antara staf yang bertugas memandu delegasi Olimpiade dilaporkan sering terjadi di bandara.

Diketahui, staf liaison bertugas di Bandara Internasional Narita setiap hari untuk memandu delegasi Olimpiade dari gerbang keluar pesawat hingga ke stasiun karantina bandara. Para staf tersebut biasanya akan membawa tanda yang bertuliskan "Atlet Tokyo 2020" untuk dilihat oleh para delegasi Olimpiade yang datang.

Rombongan delegasi yang besar biasanya lebih mudah ditangani, namun rombongan delegasi yang kecil kerap bercampur dengan penumpang umum ketika mereka keluar dari gerbang. Ada kasus dimana seorang staf liaison kebingungan usai jumlah delegasi yang mendarat lebih sedikit dibanding yang seharusnya. Belakangan diketahui bahwa sejumlah orang telah melakukan pembatalan di menit-menit terakhir.

Selain itu, kedatangan yang tak terduga juga sempat menyebabkan kebingungan. Beberapa delegasi yang tidak ada dalam daftar kedatangan ditemukan telah keluar dari rombongan dan menuju ke stasiun karantina bersama penumpang umum.

"Pembatalan mendadak dan kedatangan tak terduga kerap terjadi," ungkap seorang pejabat Bandara Narita. "Kami bahkan kedatangan delegasi yang tidak terjadwal yang terdiri dari beberapa lusin orang."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts