COVID-19 di Olimpiade Tokyo Bertambah Jadi 71 Kasus
AP Photo/Eugene Hoshiko
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Anggota tim senam Amerika Serikat, Kara Eaker, dan anggota tim voli pantai Ceko, Ondřej Peruši, menambah daftar kasus COVID-19 di Olimpiade Tokyo bulan ini.

WowKeren - Jumlah kasus virus corona (COVID-19) di lingkungan Olimpiade Tokyo bertambah. Anggota tim senam Amerika Serikat, Kara Eaker, dan anggota tim voli pantai Ceko, Ondřej Peruši, menambah daftar kasus COVID-19 di Olimpiade Tokyo bulan ini.

Menurut pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo, total sudah ada 71 orang yang dinyatakan positif terpapar COVID. Padahal upacara pembukaan Olimpiade Tokyo dijadwalkan digelar pada Jumat (23/7) pekan ini.

Adapun kasus COVID-19 Eaker dan Peruši diumumkan pada Senin (19/7). Eaker sendiri berada di kamp pelatihan di Chiba, sedangkan Peruši berada di Desa Olimpiade di Teluk Tokyo.

Menurut pihak penyelenggara, keduanya menjalani karantina selama 14 hari. Adapun tiga pertandingan Peruši dijadwalkan dalam periode 14 hari karantina tersebut.


Total ada 13 kasus COVID-19 baru terkait Olimpiade Tokyo yang ditambahkan pada Selasa (20/7). Salah satunya adalah personel terkait Olimpiade di Tokyo yang tidak tinggal di Desa Olimpiade. Personel terkait Olimpiade merupakan kategori termasuk pejabat tim dan staf olahraga. Sedangkan kasus baru lainnya tersebar di seluruh Jepang, termasuk kontraktor pertandingan dan seorang sukarelawan.

Di sisi lain, warga Jepang dilaporkan ramai menentang gelaran Olimpiade Tokyo ini. Jajak pendapat yang dilakukan Asahi Shimbun menunjukkan hampir 7 dari 10 responden percaya bahwa Olimpiade Tokyo tak dapat dilakukan dengan aman.

Survei via telepon yang dilakukan pada 17 dan 18 Juli di tingkat nasional tersebut menanyai responden apakah mereka mendukung penyelenggaraan Olimpiade. Hasilnya, 55 persen responden menentang gelaran Olimpiade Tokyo dan hanya 33 persen yang memberikan dukungan.

Sebanyak 26 persen responden perempuan mendukung penyelenggaraan Olimpiade, sedangkan 59 persen menentang. Sementara 41 persen responden laki-laki mendukung penyelenggaraan Olimpiade, dan 51 persen menentang.

Sementara itu, 30 persen responden di Tokyo menyatakan dukungan untuk Olimpiade, dan 58 persen menentangnya. Sebanyak 76 persen responden mengaku "senang" penonton tidak diizinkan memasuki hampir semua tempat di Olimpiade Tokyo, sedangkan 17 persen mengaku "tidak senang".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts