Curah hujan yang tinggi bisa menyebabkan sebuah daerah mengalami banjir. Dalam beberapa waktu belakangan ini, Tiongkok diguyur hujan deras selama berhari-hari.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 21 Juli 2021 - 19:07 WIB
WowKeren - Bencana alam tidak dapat dihindari oleh siapa pun dan sering terjadi di belahan dunia manapun. Belakangan ini, selama berhari-hari, Tiongkok diguyur hujan deras yang menyebabkan banjir pada akhirnya.
Curah hujan itu disebut terberat dalam seribu tahun. Akibat dari banjir tersebut, sekitar 13 orang dinyatakan tewas. Selain itu, lebih dari 100 ribu warga mengungsi.
Xinhua Tiongkok melaporkan 12 korban tewas tersebut berada di Ibu Kota Provinsi Henan, Zhengzhou. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak Minggu sore, hingga Selasa tengah malam.
Peristiwa banjir ini mendorong pemerintah Provinsi Henan dan biro Meteorologi kota Zhengzhou untuk meningkatkan tanggap darurat bagi bencana Meteorologi ke level 1. Akibat dari banjir tersebut, lebih dari 160 kereta berhenti beroperasi. Hal ini menyebabkan banyak penumpang kesusahan untuk pergi ke tempat tujuan.
Pada saat terjadi banjir, para penumpang diketahui berpegangan pada pegangan tangan dan terendam air yang mencapai dada mereka. Hal ini terlihat dari sebuah video amatir yang tersebar di media sosial.
Terkait dengan belasan orang yang tewas akibat banjir itu ditemukan di antara penumpang yang terjebak di kereta bawah tanah di mana penyelamat mengevakuasi lebih dari 500 orang. Termasuk lima orang yang terluka dan langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit daerah.
Sementara itu, satu orang tewas ditemukan di Kota Gongyi yang berjarak sekitar 50 mil sebelah barat Zhengzhou. Kemudian, dua orang dilaporkan hilang dan lebih dari 3.600 orang telah direlokasi usai diguyur hujan deras pada Senin malam hingga Selasa sore.
Berdasarkan laporan dari South China Morning Post, hujan deras diprediksi akan berlanjut hingga Rabu malam. Peramal cuaca mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan curah hujan terberat dalam seribu tahun.
Kemudian, sedikitnya 32 waduk di Provinsi tersebut telah melampaui batas banjir, dengan beberapa ruas sungai yang meluap. Berdasarkan laporan Xinhua, akibat curah hujan deras dan banjir telah merusak setidaknya 9.222 hektar tanaman. Di sisi lain, Presiden Xi Jinping memerintahkan Tentara pembebasan Rakyat dan polisi untuk membantu pemerintah setempat dalam upaya penyelamatan korban banjir.
(wk/tiar)