Jelang Pembukaan Olimpiade Tokyo, Atlet Chili Mengundurkan Diri Karena COVID-19
AFP
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Hal ini diumumkan oleh Komite Olimpiade Chili pada Rabu (21/7) kemarin, dua hari sebelum Upacara Pembukaan yang dijadwalkan digelar pada Jumat (23/7) besok.

WowKeren - Atlet Taekwondo asal Chili, Fernanda Aguirre, dilaporkan mengundurkan diri dari Olimpiade Tokyo usai dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19). Hal ini diumumkan oleh Komite Olimpiade Chili pada Rabu (21/7) kemarin, dua hari sebelum Upacara Pembukaan digelar.

Dengan demikian, Aguirre menjadi atlet pertama yang mengundurkan diri dari kompetisi Olimpiade Tokyo karena COVID-19. Atlet yang memasuki divisi taekwondo 57 kilogram tersebut dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tes PCR setibanya di Jepang dari Uzbekistan.

Menurut pejabat Olimpiade, Aguirre telah diisolasi di fasilitas khusus. Ia juga tidak pergi ke Kampung Olimpiade bersama timnya.

Meski tidak memiliki gejala apa pun, Aguirre tetap mengundurkan diri dari pertandingannya yang dijadwalkan pada 25 Juli. Pada Rabu kemarin, panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengumumkan ada delapan kasus COVID-19 baru terkait ajang olahraga tersebut, termasuk Aguirre.


Sementara itu, di Prefektur Hiroshima, pejabat kota Miyoshi mengatakan kamp pelatihan untuk tim bisbol Meksiko akan dibatalkan karena seorang pemain dinyatakan positif COVID-19. Menurut pihak panitia, sudah ada 75 kasus COVID-19 terkait Olimpiade Tokyo yang ditemukan sejak 1 Juli 2021.

Di sisi lain, Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo akan digelar pada Jumat (23/7) besok. Namun Rabu kemarin, Tokyo mencatatkan 1.832 kasus COVID-19 baru, angka tertinggi sejak 16 Januari 2021.

Para ahli menilai Jepang tengah mengalami gelombang infeksi ke-5 karena kasus baru meningkat menjelang pembukaan Olimpiade Tokyo. Pakar kesehatan juga memperingatkan tentang kemungkinan situasi COVID-19 "kritis" di Tokyo, karena mereka memperkirakan infeksi dapat melonjak lebih jauh pada awal Agustus selama Olimpiade.

Meski demikian, pihak penyelenggara bersikeras bahwa "gelembung" untuk melindungi penduduk dari atlet, staf, dan orang lain yang terkait dengan Olimpiade dan sebaliknya masih tetap utuh. "Tidak akan ada orang yang dites positif PCR yang akan berada di lapangan pertandingan," ujar ketua panel Komite Olimpiade Internasional, Brian McCloskey, beberapa waktu lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts