135 Korban Tewas Akibat Banjir India, Puluhan Lainnya Masih Hilang
EPA
Dunia

Longsor telah meratakan lusinan rumah dalam waktu singkat. Penduduk mengatakan bahwa peristiwa itu telah memutus aliran listrik dan hanya menyisakan dua bangunan beton.

WowKeren - Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor India terus bertambah. Kekinian, lebih dari 135 orang dilaporkan tewas akibat bencana itu yang dipicu oleh hujan lebat.

Sementara itu, puluhan orang lainnya masih hilang. Hingga Minggu (25/7) tim penyelamat masih melakukan misi pencarian untuk menemukan korban lainnya.

Diketahui, pantai barat negara itu telah dilanda oleh hujan lebat sejak Kamis (22/7). Departemen Meteorologi India telah memperingatkan bahwa hujan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Di negara bagian Maharashtra, 114 orang tewas, termasuk lebih dari 40 orang akibat tanah longsor yang melanda desa lereng bukit Taliye, selatan Mumbai, pada hari tersebut. Penduduk desa Jayram Mahaske, yang kerabatnya masih terjebak, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa banyak orang yang hanyut saat berusaha melarikan diri ketika terjadi tanah longsor.


Longsor yang terjadi telah meratakan lusinan rumah dalam hitungan menit. Penduduk setempat kepada AFP mengatakan bahwa peristiwa itu telah memutus aliran listrik dan hanya menyisakan dua bangunan beton.

Saat ini diperkirakan masih ada sekitar 99 orang hilang. Inspektur Pasukan Tanggap Bencana Nasional Rajesh Yawale mengatakan pada AFP bahwa banyak mayat yang hanyut. Selain itu, ada beberapa yang tersangkut di pepohonan hilir. "Seluruh tim saya terlibat dalam operasi penyelamatan saat ini," ujarnya.

Beberapa lainnya tewas akibat dua tanah longsor terpisah, juga di selatan Mumbai. Di beberapa bagian Chiplun, hujan tanpa henti mengguyur hingga menenggelamkan jalan dan rumah. Ketinggian air dilaporkan naik hingga hampir 20 kaki (6 meter) pada Kamis sehari setelah hujan lebat tersebut.

Yang lebih parah, bencana banjir juga mempengaruhi kondisi perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit. Sedikitnya 8 orang pasien di rumah sakit COVID-19 lokal dilaporkan meninggal setelah pasokan listrik ke ventilator terputus.

Sementara itu, pejabat pemerintah Negara Bagian Goa mengatakan seorang wanita tenggelam. Kepada Press Trust of India, Ketua Menteri Pramod Sawant menyebut bencana ini sebagai yang terburuk sejak 1982.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts