Main Film Sejak Kecil, Lukman Sardi Sebut Didikan Sang Ayah Buatnya Tak Kenal Istilah Star Syndrome
Instagram/lukmansrd
Selebriti

Sebelum menjadi aktor besar seperti sekarang ini, Lukman Sardi telah mengasah kemampuan aktingnya sejak kecil. Merupakan anak dari seniman terkenal, didikan sang ayah membuatnya tidak pernah mengalami star syndrome.

WowKeren - Aktor Lukman Sardi baru-baru ini menceritakan tentang masa kecilnya sebagai anak dari seorang seniman kondang. Ayahnya, Idris Sardi, adalah seorang musikus dan pemain biola orkestra terkenal pada masanya.

Pada saat menjadi bintang tamu di "Daniel Tetangga Kamu" di kanal YouTube Daniel Mananta, Lukman Sardi membuka kembali kisah masa kecilnya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia seni peran dengan berakting dalam sejumlah film sebagai aktor cilik. Beberapa filmnya semasa kecil mulai dari "Kembang Plastik", "Pengemis dan Tukang Becak", hingga "Anak-anak Tak Beribu".

"Jadi sebenernya masa kecil itu areanya di situ. Tapi gue tuh waktu itu ke tempat syuting gue seneng karena ketemu banyak orang. Gue bisa main, segala macem. Tapi nggak pernah kepikiran untuk I will become an actor (aku akan menjadi aktor). Dan bokap gue cukup keras dalam mendidik anak-anaknya," ujar Lukman Sardi dalam vlog Daniel yang diunggah pada Senin (26/7).

Lukman Sardi bercerita bahwa jika di luar ia bisa jadi punya banyak fans, namun saat berada dalam rumah dirinya adalah anak biasa. Dengan kata lain, ayahnya tidak memperlakukannya dengan spesial kendati dirinya sudah mulai berkarier di usia dini. Sehingga dari awal perjalanannya akting, ia tidak pernah merasakan apa yang dinamakan sebagai star syndrome.


Selanjutnya, Lukman Sardi bercerita bahwa semasa kecil dirinya sering ikut sang ayah rekaman di luar negeri. Pada masa itu rekaman musik film tidak dilakukan di Indonesia, melainkan di negara-negara luar seperti di Jepang dan Hongkong karena harus dilakukan di sebuah studio besar. Lantaran sering ikut bekerja ayahnya, ia merasa akrab dengan suasana di lokasi syuting atau studio rekaman musik film.

"Bokap gue tuh lumayan sibuk ya, jadi sebenernya interaksi gue lebih banyak sama ibu gue. Karena bokap gue di masa itu dari era 70an sampai 90an itu dia aja ngisi musik film Indonesia hampir semua. Banyak banget," ungkapnya.

Tidak tanggung-tanggung, ayah Lukman Sardi mengisi setidaknya 200 hingga 300 lagu untuk film Indonesia. Sehingga ia sendiri merasa bahwa sang ayah tidak punya banyak waktu di rumah dan berinteraksi hanya saat di meja makan. Menurutnya hubungan dengan sang ayah tidak begitu akrab namun bukan yang terlampau jauh.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts