Turki Evakuasi Pembangkit Listrik Imbas Karhutla yang Kian Meluas
pixabay.com/Ilustrasi/RonaldPlett
Dunia

Terkait kebakaran ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga turut menyayangkan adanya angin kencang sehingga upaya pemadaman tidak bisa berjalan maksimal.

WowKeren - Kebakaran hutan telah terjadi di sejumlah wilayah di dunia. Di Turki misalkan, kebakaran hutan di negara ini kian meluas hingga tak luput menjadi sorotan dunia.

Bahkan, sebuah pembangkit listrik di provinsi Mugla barat daya Turki harus dievakuasi setelah kebakaran hutan terus merambah ke area yang lebih luas. Pada Rabu (4/8), api dilaporkan telah mencapai perimeter Pembangkit Listrik Tenaga Panas Kemerkoy di distrik Turkevleri Mugla.

Upaya yang dilakukan untuk memadamkan api tidak bisa berjalan lancar lantaran terhalang oleh cuaca angin kencang di wilayah tersebut. Semua personel telah dievakuasi dari pabrik, sementara bahan yang mudah terbakar dan meledak juga telah dipindahkan.

Sebagai langkah antisipasi jika api menyebar lebih jauh ke arah bangunan utama, tanker air dan truk pemadam kebakaran telah ditempatkan di pabrik. Menurut AFP, petugas pemadam kebakaran mobil polisi, dan penduduk setempat melarikan diri dari tempat kejadian ketika api menjalar ke tepi pembangkit listrik di dekat kota Aegean, Milas.


Sebelumnya, pejabat setempat mengatakan bahwa tangki hidrogen yang digunakan untuk mendinginkan stasiun telah dikosongkan dan diisi dengan air. Langkah ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan. Kepada AFP, para pejabat mengatakan jika pabrik tersebut beroperasi menggunakan batu bara dan bahan bakar minyak.

"Api telah memasuki pembangkit listrik termal," tulis walikota Milas Muhammet Tokat di Twitter sambil mengunggah video yang memperlihatkan kebakaran. "Pabrik saat ini sedang dievakuasi dan sirene terdengar."

Terkait kebakaran ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga turut buka suara. Ia juga menyayangkan adanya angin kencang sehingga upaya pemadaman tidak bisa berjalan maksimal.

"Pembangkit listrik termal menghadapi ancaman terbakar," kata Erdogan. "Ada angin yang luar biasa. Kalau tidak, akan lebih mudah untuk menahannya."

Turki telah mencatat bencana kebakaran hutan selama dua minggu, ketika api mencapai pembangkit listrik. Karhutla bersejarah ini telah menewaskan delapan orang dan menghancurkan petak besar hutan murni di seluruh pantai Aegean dan Mediterania Turki.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait