Singapura Catat Lonjakan Permintaan Tabung Oksigen di Antara Pasien COVID-19
Pixabay/Focuszaa
Dunia

Singapura juga telah mencatat pembentukan 12 klaster baru COVID-19. Semua kasus telah dikaitkan dengan individu yang berbeda. Sekarang, tercatat ada 112 klaster aktif di negara itu

WowKeren - Singapura mencatat lonjakan jumlah pasien terinfeksi virus corona yang berada dalam kondisi serius dan membutuhkan oksigen untuk membantu mereka bernapas. Pada Rabu (4/8) negara ini melaporkan 42 kasus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (MoH) tentang situasi virus corona, 42 kasus merupakan penghitungan harian tertinggi dalam 28 hari terakhir. Selain itu, ada tujuh pasien yang berada dalam kondisi kritis dalam perawatan intensif. Kemenkes mengatakan bahwa 8 dari 49 kasus tersebut adalah pasien yang sudah divaksinasi lengkap.

"Dari jumlah tersebut, enam memerlukan suplementasi oksigen," kata MoH. "Sementara dua memerlukan perawatan ICU karena mereka memiliki kondisi medis yang mendasarinya."

Sementara itu, 37 manula di atas 60 tahun (berusia 31 tahun), di antaranya 31 tidak divaksinasi sepenuhnya atau divaksinasi sebagian telah mengalami sakit parah. Selama 28 hari terakhir, 77 kasus lokal membutuhkan dukungan oksigen, dirawat di ICU atau meninggal. "Empat puluh lima tidak divaksinasi, 24 divaksinasi sebagian dan delapan divaksinasi penuh," kata MoH.


Singapura juga telah mencatat pembentukan 12 klaster baru COVID-19. Semua kasus telah dikaitkan dengan individu yang berbeda. Sekarang, tercatat ada 112 klaster aktif di negara itu.

Sebelumnya, Kemenkes mengatakan bahwa Singapura mencatat 92 kasus baru yang ditularkan secara lokal, termasuk 30 yang tidak terkait dengan infeksi yang terdeteksi sebelumnya. Dari 92 kasus, 54 terkait dengan infeksi sebelumnya dan telah ditempatkan di bawah karantina.

Pemerintah Singapura juga telah mengeluarkan aturan yang lebih ketat terkait pengunjung yang hendak berkunjung ke rumah sakit. Semua pengunjung dilarang masuk ke bangsal rumah sakit mulai 5 hingga 18 Agustus.

Pengumuman ini datang sehari setelah klaster baru ditemukan di Rumah Sakit Umum Changi di Simei. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kasus komunitas, termasuk di antara anggota staf dan pasien rumah sakit.

Terkait vaksinasi, pada Selasa (3/8), Kemenkes mengatakan bahwa 64 persen populasi telah menerima dua dosis vaksin COVID-19. 77 persen telah menerima setidaknya satu dosis.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait