Korea Utara mengatakan dalam sebuah laporan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa mereka telah menderita krisis pangan terburuk dalam lebih dari satu dekade.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 09 Agustus 2021 - 21:56 WIB
WowKeren - Korea Utara dilaporkan tengah berjuang untuk mengatasi kerusakan yang disebabkan oleh banjir akibat hujan lebat. Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah pada Senin (9/8).
Masalah ini terjadi di tengah persoalan krisis pangan sehingga kondisi tersebut kain memicu kekhawatiran bahwa krisis pangan di negara bersenjata nuklir itu akan semakin memburuk. Awal bulan ini, Korean Central Television melaporkan jika tanggul di negara itu jebol menyusul hujan deras.
Akibatnya, air bah meluap dan menerjang lebih dari 1.000 rumah. Ratusan hektar lahan pertanian di provinsi timur Hamgyong Selatan hanyut karena air banjir.
Partai Buruh Korea yang berkuasa telah mendesak Tentara Rakyat untuk menggunakan pasukannya yang ditempatkan di provinsi tersebut untuk membantu upaya pemulihan. Sementara itu, menurut Korean Central News Agency, Presiden Kim Jong Un telah mengeluarkan perintah untuk menyediakan bahan-bahan darurat dan dukungan keuangan ke wilayah tersebut.
Awal tahun ini, Korea Utara mengatakan dalam sebuah laporan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa mereka telah menderita krisis pangan terburuk dalam lebih dari satu dekade. Negara itu juga menghadapi kekhawatiran yang meningkat terkait kesulitan serius dalam memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari bagi warganya.
Sebelum dilanda banjir, pada akhir bulan lalu, negara itu juga menghadapi kerusakan akibat cuaca panas dan kekeringan. Kim sebelumnya juga telah memperingatkan pada Juni bahwa situasi pangan di Korea Utara "menjadi tegang" karena sektor pertaniannya hancur oleh topan kuat dan banjir yang terjadi pada 2020 lalu.
Di lain sisi, Korea Utara juga tidak mengimpor produk makanan dari Tiongkok. Padahal, Tiongkok merupakan sekutu terdekat dan paling berpengaruh dalam hal ekonomi. Kim telah memblokir perbatasan dengan tetangganya di sejak merebaknya pandemi virus corona.
Belum lama ini, Bank Sentral Korea Selatan melaporkan ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terdalam dengan penurunan sebesar 4,5 persen pada tahun 2020. Kondisi ini erat kaitannya dengan langkah Korea Utara untuk menutup perbatasannya dengan negara-negara luar.
(wk/zodi)