Bangladesh Mulai Memvaksinasi COVID-19 Pengungsi Rohingya Di Tengah Lonjakan Kasus
Dunia

Pemerintah di setiap negara dunia saat ini tengah melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk melindungi masyarakat, termasuk Bangladesh. Saat ini Bangladesh juga mengkampanyekan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 di masa pandemi seperti sekarang ini, merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat bisa terlindungi. Setiap negara di dunia saat ini tengah menggalakkan vaksinasi, termasuk Bangladesh.

Pemerintah Bangladesh dan lembaga bantuan diketahui mulai memvaksinasi COVID-19 pengungsi Rohingya pada Selasa (10/8) hari ini. Vaksinasi dilakukan saat kasus COVID-19 varian Delta mengalami lonjakan. Adapun vaksinasi dilakukan di kamp-kamp tempat para pengungsi tersebut tinggal.

Adapun jumlah pengungsi Rohingya dalam kamp tersebut mencapai lebih dari 1 juta orang. Mereka diketahui melarikan diri dari Myanmar dan mencari tempat perlindungan.

Seperti yang diketahui, varian Delta ini menyebar dengan sangat cepat dan agresif dibanding varian lokal. Akibat dari penyebaran varian Delta ini, kasus COVID-19 di Bangladesh, mencapai sekitar 20 ribu kasus infeksi dan 200 kematian.


Jumlah kasus tersebut, tercatat di Distrik Cox's Bazar, wilayah Selatan yang berbatasan dengan Myanmar, tempat para pengungsi Rohingya mendirikan kamp-nya. Berdasarkan data Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa tingkat positif COVID-19 secara nasional sekitar 30 persen. Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran COVID-19 jauh lebih tinggi, terutama dengan kondisi yang sempit.

Sementara itu, Kantor Ahli Bedah Sipil pemerintah di Cox's Bazar dan lembaga bantuan memulai kampanye vaksinasi di 34 kamp bersama dengan upaya vaksinasi nasional di Bangladesh. Sekitar 500 staf dan sukarelawan Bulan Sabit Merah Bangladesh mengikuti aksi sosial tersebut.

Menurut pernyataan dari PBB, kampanye vaksinasi COVID-19 bagi pengungsi Rohingya dan secara nasional di Bangladesh itu juga bekerja sama dengan badan internasional tersebut. Vaksinasi itu menyusur kepada para pemimpin Rohingya, relawan perawatan kesehatan garis depan di kamp-kamp pengungsian, dan Rohingya yang berusia di atas 55 tahun, termasuk ke dalam kelompok pertama yang mendapatkan vaksin.

Terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap pengungsi Rohingya itu disampaikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi dalam email kepada The Associated Press. Kemudian salah seorang pengungsi Rohingya mengaku senang bisa mendapatkan vaksin COVID-19. "COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia, kami datang ke sini untuk divaksinasi untuk perlindungan kami, sehingga tidak membahayakan kami," tutur Nurul Islam, saat menunggu giliran vaksinasi di kamp Ukhiya, Cox's Bazar.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait