Langkah ini diambil pemerintah Afghanistan ketika kelompok bersenjata Taliban merebut Ghazni, ibu kota provinsi ke-10 yang direbut dalam waktu seminggu.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 22:03 WIB
WowKeren - Pemerintah Afghanistan telah mengajukan proposal pembagian kekuasaan kepada Taliban. Langkah itu diambil sebagai penawaran imbalan untuk menghentikan kekerasan yang meningkat di negara itu.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh seorang sumber penting pemerintah kepada Al Jazeera. Adapun pemerintah mengambil keputusan ini ketika kelompok bersenjata itu menguasai Ghazni, ibu kota provinsi ke-10 yang akan direbut dalam seminggu.
Namun, sumber itu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tawaran itu disampaikan kepada Taliban secara tidak langsung melalui Qatar. Negara ini telah menjadi tuan rumah kantor politik Taliban dan pembicaraan damai Afghanistan yang berkelanjutan.
Namun, istana kepresidenan di Kabul tidak mengonfirmasi perkembangan tersebut, dengan mengatakan tidak ada perubahan dalam rencananya saat pembicaraan damai diadakan di ibukota Qatar, Doha. Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah bertemu dengan para pejabat dari Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia dan tetangga regional Afghanistan di Doha.
Ia mengatakan bahwa rencana perdamaian pemerintah telah dibagikan dengan pemerintah Qatar, tanpa mengacu pada tawaran yang dilaporkan kepada Taliban. "Kami telah mempresentasikan skema kami kepada negara tuan rumah dan Anda juga akan diberi satu," kata Abdullah pada pertemuan Kamis (12/8) dengan diplomat asing.
Laporan yang saling bertentangan itu muncul saat Taliban mengklaim ibu kota provinsi ke-10, kota Ghazni, sekitar 150 km selatan Kabul. Video gubernur provinsi, Daoud Laghmani, melarikan diri beredar online. Namun ia berhasil ditahan saat mencapai provinsi Maidan Wardak, yang berbatasan dengan Kabul.
Bulan lalu, Taliban mengatakan akan merilis rencana perdamaiannya sekitar bulan Agustus, namun hingga kini mereka belum mengumumkannya. Sebaliknya, kelompok itu justru mengambil alih 10 provinsi di selatan, barat dan utara negara itu selama 10 hari terakhir. Kunduz adalah yang termasuk di antaranya, yang sebelumnya telah diambil alih pada tahun 2015 dan 2016.
Kuasa usaha AS untuk Afghanistan Ross Wilson mengatakan bahwa pernyataan Taliban di Doha tidak menyerupai tindakan mereka di Badakhshan, Ghazni, Helmand dan Kandahar. "Upaya untuk memonopoli kekuasaan melalui kekerasan, ketakutan dan perang hanya akan mengarah pada isolasi internasional," ujarnya.
(wk/zodi)