Pendudukan Taliban di pemerintahan Afghanistan membuat warga sipil panik dan berusaha pergi. Kerusuhan pun tak bisa dihindari di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul.
- Elvariza Opita
- Senin, 16 Agustus 2021 - 18:06 WIB
WowKeren - Warga sipil berusaha melarikan diri pasca Taliban berhasil menduduki pusat pemerintahan Afghanistan. Diketahui Taliban berhasil mengambilalih kantor Presiden Ashraf Ghani pada Minggu (15/8) waktu setempat dan menegaskan rencana mereka membentuk pemerintahan baru Emirat Islam Afghanistan (Islamic Emirate of Afghanistan).
Mereka berusaha meninggalkan Afghanistan melalui penerbangan di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Namun mereka harus bersaing dengan diplomat dan WNA yang didahulukan untuk meninggalkan Afghanistan.
Kerusuhan jelas tak bisa dihindari, bahkan dilaporkan sampai menewaskan lima orang. Seorang saksi, dikutip dari Al Jazeera, mengaku melihat jenazah lima orang dibawa ke sebuah kendaraan, sedangkan saksi lain menyatakan tidak tahu apakah korban itu meregang nyawa akibat tembakan atau akibat ricuhnya situasi di bandara.
"Tidak diketahui jelas berapa orang yang terbunuh. Kami juga tidak tahu siapa yang menembak di bandara, bisa jadi staf bandara yang mencoba mengontrol massa atau pasukan Taliban," tutur koresponden Al Jazeera, Charlotte Bellis, melaporkan dari Kabul, Senin (16/8).
"Yang pasti, jelas ada orang meninggal dalam kepanikan ini," imbuh Bellis. "Tetapi di luar bandara, situasi cenderung damai dan tenang."
Menurut Beliis, kerusuhan semacam ini sudah terjadi sejak Minggu malam. "Ribuan orang berusaha masuk ke bandara," papar Bellis.
Tentara Amerika Serikat diketahui juga ikut berjaga di bandara dan mengakui mereka memang menembakkan senjata ke udara. "Keramaian benar-benar tidak terkontrol. Penembakan hanya untuk mengendalikan kerusuhan," tegas pejabat AS melalui sambungan telepon kepada Reuters.
Di sisi lain, penerbangan komersil dari Bandara Internasional Hamid Karzai kini dibatalkan sementara, semakin "mengunci" warga sipil Afghanistan di negaranya. Taliban pun mengimbau warga di bandara untuk pulang dan meyakinkan tidak ada warga sipil yang akan disakiti.
Juru Bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengaku telah memerintahkan pasukannya untuk tidak masuk ke rumah warga tanpa izin. "Kehidupan, aset, dan kehormatan, semua tidak akan direnggut paksa tetapi dilindungi oleh Mujahidin," ujar Suhail.
Saat ini Taliban sendiri dilaporkan mulai menyita senjata yang dimiliki warga sipil. Mereka berdalih warga sipil sudah tak lagi memerlukannya karena Taliban telah menjamin keamanan setiap warga.
(wk/elva)