Pandemi COVID-19 Berdampak Pada Sektor Parekraf, Sandiaga Uno Ajak Musisi Terus Berkarya
Instagram/sandiuno
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Pandemi COVID-19 membawa dampak tersendiri bagi perekonomian di Indonesia, termasuk juga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Maka dari itu, Menparekraf berupaya untuk bisa memulihkannya.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang telah menyerang Indonesia selama lebih dari satu tahun ini, membawa dampak bagi sektor perekonomian, termasuk juga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf). Salah satu yang termasuk dalam sektor Parekraf adalah musisi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Parekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa kini saatnya bagi para musisi untuk berinovasi dan berkolaborasi untuk terus berkarya. Ia pun meyakini dengan semangat para anak muda, Indonesia bisa melewati dan keluar dari pandemi COVID-19.

"Pandemi COVID-19 ini bikin kita semua termasuk musisi, untuk beradaptasi dan berkolaborasi," tutur Sandiaga dalam keterangan resmi, Kamis (19/8). "Ini merupakan semangat anak-anak muda, memberikan yang terbaik untuk bangsa."

Menurut Sandi dengan semangat para anak muda, Indonesia akan menjadi negara yang bersatu dalam menghadapi dan menangani pandemi COVID-19. Dengan begitu, Indonesia akan segera keluar dari pandemi.


"Saya yakin kita akan bangkit lagi, Indonesia menjadi negara yang bersatu padu menghadapi tantangan ekonomi dan pandemi," imbuh Sandiaga. "Dan kami juga akan terus kolaborasi bersama anak muda."

Lebih lanjut, Sandiaga menerangkan bahwa musik telah berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang diwadahi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kemudian, ia menyebut bahwa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi para musikus.

Maka dari itu, Sandiaga tekah berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk kembali meningkatkan industri kreatif seperti seni pertunjukan dan musik di Indonesia. Menurutnya, selama pandemi, kondisi musisi menjadi memprihatinkan, sebab tidak bisa manggung seperti sebelumnya.

Sandiaga pun menjelaskan bahwa di awal masa pandemi, musisi sudah merasakan tekanan ekonomi. Ia pun menyatakan telah melaporkan hal tersebut kepada asosiasi dan Presiden, dan akhirnya bisa menentukan zona sendiri untuk mengadakan pertunjukan secara offline.

"Kalau zona hijau, kita bisa menyelenggarakan pertunjukan offline, dengan protokol kesehatan, zona kuning, diselenggarakan secara hybrid, dan zona merah adalah sepenuhnya digelar online," tandas Sandiaga. "Semoga nantinya musik Indonesia bisa ke ranah dunia. Kami juga mendorong agar dangdut masuk dalam daftar UNESCO."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts