Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa pemerintah telah membeli 1,56 juta dosis Vaksin COVID-19 Pfizer. Vaksin tersebut pun telah tiba di Indonesia pada Kamis (19/8) siang.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 20 Agustus 2021 - 10:35 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia telah membeli 1.560.780 dosis vaksin virus corona (COVID-19) Pfizer. Vaksin asal Amerika Serikat (AS) tersebut telah tiba di Indonesia pada Kamis (19/8) siang.
"Pemerintah telah melakukan pembelian 1.560.780 dosis vaksin Pfizer yang telah tiba tadi siang," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Kamis. Lantas, kemana saja Vaksin Pfizer akan disebar di Indonesia?
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonowu, mengaku masih belum bisa mengungkapkan detail distribusi dan pelaksanaan vaksinasi Pfizer. Hanya saja Maxi menyebut kemungkinan Vaksin Pfizern baru akan digunakan di DKI Jakarta dan beberapa wilayah lain di pulau Jawa.
"Masih dibahas di sekitar Jabotabek," papar Maxi kepada detikcom.
Meski demikian, Maxi juga memastikan bahwa Vaksin Pfizer nantinya akan didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia. "Tapi semua akan kebagian nanti," ungkap Maxi kepada CNN Indonesia.
Terpisah, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa 1,56 juta dosis Vaksin Pfizer jadi tersebut akan diprioritaskan untuk orang dewasa dan ibu hamil. "Hanya untuk usia 18 tahun ke atas dan ibu hamil ya," tutur Nadia.
Di sisi lain, kedatangan Vaksin Pfizer ke Indonesia telah lama dinanti lantaran efikasi alias kemanjurannya yang tinggi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) bagi vaksin COVID-19 Pfizer dan menyatakan efikasi pada usia 16 tahun ke atas adalah 95,5 persen. Sedangkan untuk remaja berusia 12-15 tahun efikasinya mencapai 100 persen.
Vaksin COVID-19 Pfizer ini juga dapat digunakan untuk orang berusia 12 tahun ke atas. Adapun vaksin COVID-19 Pfizer ini membutuhkan dua dosis suntikan dengan jarak waktu tiga minggu per dosis.
Kepala BPOM Penny Lukito sempat mengungkapkan bahwa PT Pfizer selaku produsen akan menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan hingga ke titik penyuntikan. BPOM sendiri disebut akan terus mengawal proses vaksinasi COVID-19 ini.
(wk/Bert)