Kubu Ahmad Massoud, yang juga didukung eks Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh, kini bertahan di 'benteng terakhir' menentang Taliban di Lembah Panjshir.
- Elvariza Opita
- Senin, 23 Agustus 2021 - 10:55 WIB
WowKeren - Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada Minggu (15/8) lalu. Pihak yang menentang Taliban pun sudah satu-persatu meninggalkan Afghanistan, atau malah merapat ke "benteng terakhir" di Lembah Panjshir, termasuk eks Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh.
Panjshir sendiri sejak dulu merupakan markas para penentang Taliban yang dipimpin Ahmad Massoud. Dan kini, Taliban mengklaim sudah mengirimkan ratusan pasukannya untuk mengambil tindakan tegas di Lembah Panjshir karena pemerintah setempat yang enggan menyerahkan kekuasaan wilayah kepada Taliban.
"Ratusan Mujahidin Emirat Islam Afghanistan menuju ke Panjshir untuk mengendalikan situasi," kata Taliban di media sosial resmi mereka, Minggu (22/8) waktu setempat. "Setelah pemerintah setempat menolak untuk menyerahkan wilayah secara baik-baik."
Massoud pun sudah mendengar sikap tegas Taliban tersebut dan mengaku mempersiapkan "penyambutan" untuk pasukan Mujahidin yang akan tiba. Massoud sendiri berharap agar utusan Taliban yang tiba berkenan melakukan negosiasi baik-baik meski kubunya pun sudah siap untuk melakukan perlawanan.
"Kami ingin membuat Taliban menyadari bahwa satu-satunya cara untuk maju adalah melalui negosiasi," ujar Massoud kepada Reuters lewat sambungan telepon. "Kami tidak ingin ada perang yang pecah."
Walau demikian, Massoud sudah menyiapkan pasukannya untuk melawan Taliban. Mengutip Al Jazeera, di Lembah Panjshir saat ini sudah bergabung pasukan khusus militer serta pejuang militan lokal. Mereka, ditegaskan Massoud, sudah siap apabila negosiasi dengan Taliban tak berjalan lancar.
"Mereka ingin bertahan, mereka ingin bertarung. Mereka hanya ingin melawan rezim totaliter," tutur Massoud yang merupakan putra dari mendiang Ahmad Shah Massoud, salah seorang pemimpin anti-Soviet di Afghanistan pada pergolakan tahun 1980-an.
Massoud juga menekankan pihaknya berharap internasional tidak mengakui rezim Taliban yang totaliter. Ia berharap pemerintahan inklusif lah yang diakui internasional.
Namun sampai saat ini masih terjadi simpang siur kabar soal invasi Taliban. Pihak Taliban mengklaim sudah melakukan perlawanan terhadap pasukan Massoud di Lembah Panjshir, namun kubu tersebut menegaskan tidak ada pergerakan dari pihaknya maupun laporan soal masuknya Taliban ke wilayah mereka.
(wk/elva)