Seperti yang diketahui, plastik merupakan bahan yang susah untuk diurai dalam waktu dekat. Sampah plastik yang menumpuk pun dapat menimbulkan polusi dan kerusakan alam.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 23 Agustus 2021 - 17:24 WIB
WowKeren - Saat ini, banyak negara di dunia yang diketahui mengurangi penggunaan plastik sebagai bentuk melindungi lingkungan. Seperti yang diketahui, plastik merupakan suatu bahan yang membutuhkan waktu lama untuk mengurainya.
Terbaru, Jepang akan mewajibkan para pelaku bisnis untuk mengurangi penyediaan 12 barang plastik sekali pakai seperti sendok dan sedotan. Peraturan ini, diketahui bakal dimulai pada April 2022.
Sementara itu, saat ini, pemerintah Jepang tengah mempromosikan daur ulang dan mengatasi polusi laut. Hal ini disampaikan pihak pemerintah pada Senin (23/8) hari ini.
Pemerintah Jepang menyebut bahwa aturan mengenai penyediaan barang plastik tersebut, berdasarkan pada Undang-Undang (UU) yang telah diberlakukan pada Juni lalu. Hal ini dilakukan juga untuk mengurangi sampah plastik di restoran dan toko ritel.
Adapun dalam pelaksanaan kebijakan itu nantinya operator bisnis dapat memilih di antara langkah-langkah termasuk membebankan biaya untuk barang dan beralih ke produk yang dapat didaur ulang. Selain untuk menjaga lingkungan, hal ini juga lebih aman dan tidak menimbulkan penumpukan sampah plastik.
Selanjutnya, pemerintah menyebutkan di antara sampah plastik yang dimaksudkan juga adalah garpu, pisau, sisir, sikat gigi, topi mandi, dan gantungan baju. Dengan adanya aturan tersebut, maka akan berpengaruh terhadap bisnis yang menyediakan barang-barang itu dalam jumlah besar seperti toko serba ada, hotel, binatu, serta perusahaan pengiriman pizza.
Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang diketahui akan menyusun peraturan pengurangan penggunaan bahan plastik itu pada musim gugur ini. Hal ini dilakukan setelah mendapat opini publik yang menerima baik rencana kebijakan tersebut.
Kemudian Pemerintah Jepang juga akan meminta operator bisnis melakukan uji coba terhadap pelanggan untuk menggunakan produk daur ulang, memberikan poin atau informasi kepada mereka yang menolak kebijakan, dan menjadikannya sebagai standar dasar untuk pelanggannya.
Jika suatu perusahaan dinilai gagal, maka akan diminta untuk lebih meningkatkan usahanya dalam mengkampanyekan tidak menggunakan barang plastik.
(wk/tiar)