Pria itu disebut tinggal di Pulau Kunashiri. Diketahui, Kunashiri merupakan satu dari empat pulau yang disengketakan yang dikelola oleh Rusia tetapi juga diklaim oleh Jepang.
- Bertilia Puteri
- Senin, 23 Agustus 2021 - 20:59 WIB
WowKeren - Seorang pria Rusia dilaporkan berenang sekitar 20 kilometer ke Hokkaido untuk mencari suaka di Jepang. Menurut kantor berita Rusia, pria tersebut telah dibawa ke tahanan polisi pada 19 Agustus 2021 setelah tiba di Jepang pada hari yang sama.
Sumber kantor berita Rusia RIA Novosti menyatakan pria tersebut "tampaknya berenang dengan pakaian basah" untuk menyeberangi laut dan ingin membelot ke Jepang. Ia disebut tinggal di Pulau Kunashiri.
Diketahui, Kunashiri merupakan satu dari empat pulau yang disengketakan yang dikelola oleh Rusia tetapi juga diklaim oleh Jepang. Pulau tersebut berada di lepas pantai timur laut Hokkaido.
Seorang pejabat Rusia mengungkapkan kepada kantor berita Interfax bahwa poster Jepang dan barang-barang lain ditemukan dalam penggeledahan rumah pria tersebut. "Menunjukkan bahwa dia adalah penggemar budaya Jepang," ujar pejabat tersebut.
Setibanya di Shibetsu, pria tersebut ditahan oleh polisi Hokkaido di kota tersebut dan kemudian dipindahkan ke Biro Layanan Imigrasi Regional Sapporo dari Badan Layanan Imigrasi pemerintah Jepang. Pejabat imigrasi Jepang lantas menghubungi Konsulat Jenderal Rusia di Sapporo usai mendapat informasi pria tersebut mencari suaka di Negeri Sakura. Mengingat mereka berusaha untuk menetapkan identitas pria tersebut, termasuk kewarganegaraannya.
Menurut otoritas Distrik Kuril Selatan di Negara Bagian Sakhalin Rusia yang mengelola Pulau Kunashiri, pria tersebut berusia sekitar 40 tahun. Ia berasal dari Izhevsk, Republik Udmurt, di Ural di Russa barat. Wilayah tersebut dikenal sebagai pembuat senapan serbu AK-47.
Tiga tahun yang lalu, pria tersebut pindah ke Kunashiri dan memperoleh sebidang tanah di distrik paling selatan pulau itu dari pemerintah Rusia. Ia mengikuti program Rusia yang menawarkan 1 hektar tanah di wilayah Timur Jauh secara gratis kepada pelamar. Distrik ini adalah bagian pulau yang paling dekat dengan Shibetsu.
Dia tinggal di desa Dubovoe dan di tempat lain, kadang-kadang bekerja sebagai pengemudi traktor. Pejabat Rusia setempat menyatakan pria tersebut sudah tak terlihat sejak 17 Agustus 2021 lalu. Pejabat itu juga mengkonfirmasi bahwa pria tersebut muncul di Shibetsu pada 19 Agustus dan ditahan polisi.
(wk/Bert)