Kantor berita KCNA melaporkan pada Kamis (26/8) bahwa agenda pertemuan pada 28 September mendatang adalah untuk melakukan "modifikasi dan suplementasi" rencana ekonomi nasional.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 26 Agustus 2021 - 10:14 WIB
WowKeren - Korea Utara tengah berjibaku melawan krisis ekonomi yang terus meningkat. Oleh sebab itu, Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara (SPA) akan bertemu bulan depan untuk membahas kebijakan ekonomi dan masalah lainnya.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh media pemerintah. Kantor berita KCNA melaporkan pada Kamis (26/8) bahwa agenda pertemuan pada 28 September mendatang adalah untuk melakukan "modifikasi dan suplementasi" rencana ekonomi nasional. Selain itu, juga akan dibahas undang-undang yang terkait dengan pembangunan kota dan negara, pendidikan dan daur ulang.
Parlemen ini sendiri biasanya jarang bertemu. Mereka berfungsi untuk menyetujui keputusan tentang isu-isu seperti struktur pemerintahan dan anggaran yang telah dibuat oleh Partai Buruh yang kuat di negara bagian itu. Yang mana, para anggotanya membentuk sebagian besar majelis.
Diketahui, ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terdalam dalam 23 tahun pada tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari terpukul oleh sanksi PBB yang berkelanjutan, tindakan penguncian COVID-19, dan cuaca buruk. Hal itu sebagaimana diperkirakan oleh bank sentral Korea Selatan.
Meski belum mengonfirmasi kasus corona, namun negara ini telah menutup perbatasan dan memberlakukan tindakan pencegahan yang ketat. Pada bulan Juni, Presiden Kim Jong Un mengatakan negara itu menghadapi situasi pangan yang "tegang", dengan alasan pandemi dan topan tahun lalu.
Awal tahun ini, Kim mengatakan bahwa kesengsaraan ekonomi yang dialami Korea Utara mirip dengan yang pernah terjadi tahun 1990-an. Kala itu, negara tersebut menghadapi kemiskinan dan kelaparan yang ekstrem.
Untuk itu, Kim pun mendesak warga untuk bersiap menghadapi pertempuran yang lebih keras. Suhu tinggi akibat cuaca ekstrem berdampak pada tanaman di sana sehingga membuat petani kewalahan.
Surat kabar Partai Buruh Korea Rodong Sinmun mendesak warga untuk bertindak. Mereka meminta warga bersedia "menuangkan air kehidupan ke dalam koperasi pertanian sosialis, bahkan jika itu berarti mereka sendiri yang menjadi pompa air atau kantong air."
(wk/zodi)