COVID-19 di 33 Provinsi RI Turun, Ternyata Imbas Jumlah Tes Harian Ikut Berkurang?
Nasional

Satgas COVID-19 mengabarkan hanya Provinsi Aceh yang menunjukkan tren perburukan ketika 33 daerah lain secara umum sudah membaik. Namun positivity rate nasional pun masih sangat tinggi.

WowKeren - Tanda-tanda penurunan kasus COVID-19 di Indonesia tampaknya mulai terlihat nyata. Bahkan menurut Satuan Tugas Penanganan COVID-19, angka kasus nasional sudah mengalami penurunan selama lima pekan berturut-turut.

"Penurunan di minggu ini menandakan penurunan telah terjadi selama lima minggu berturut-turut," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daringnya, Kamis (26/8). Sebab menurut data Satgas per 22 Agustus 2021, angka COVID-19 nasional berkurang menjadi 125.102 dari 188.323 kasus pada pekan sebelumnya.

Bahkan bila diamati dari segi distribusi kasusnya, menurut Wiku, secara umum sudah 33 dari 34 provinsi Indonesia menunjukkan perkembangan pengendalian wabah COVID-19 yang baik. Saat ini hanya Provinsi Aceh yang masih menunjukkan tren perburukan, sedangkan penurunan terbaik dialami di Jawa.

"Jateng menjadi provinsi yang paling banyak penurunan, yaitu turun 16.921 kasus," terang Wiku. "Maka sebanyak 33 provinsi telah menunjukkan penurunan jumlah kasus."


"Hanya ada satu provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus mingguan, yaitu Aceh yang naik 429 kasus, dan pada Minggu ini kesembuhan di Aceh juga mengalami penurunan sebesar 1.291 kasus. Kematian mengalami kenaikan sebesar 35 kasus, dan kasus aktif juga masih mengalami kenaikan 1.067 kasus. BOR di Aceh juga meningkat dibanding minggu sebelumnya dari 56 persen naik menjadi 59 persen," imbuh Wiku, lantas mengimbau pemda setempat untuk lebih mewaspadai fenomena ini.

Namun walau telah menunjukkan penurunan di skala nasional, Satgas COVID-19 mengingatkan bahwa positivity rate mingguan masih tinggi meski sudah menurun jadi 18,15 persen pada 16-22 Agustus 2021. Angka ini memang berkurang banyak dibanding positivity rate sampai 30,54 persen pada pertengahan Juli 2021 ketika kasus COVID-19 sedang begitu melonjak.

"Meskipun sudah turun, angka ini masih lebih tinggi daripada kisaran bulan Juni yang hanya 9,44 persen," jelas Wiku. Walau tentu saja persentase ini masih jauh dari standar ideal global di kisaran 5 persen.

Hanya saja, Wiku juga tidak menampik bahwa tes deteksi COVID-19 kali ini berkurang dibandingkan dengan data 18 Juli 2021. Kali ini mencapai 688.906 orang, jauh berkurang dibandingkan dengan data pada 18 Juli 2021 yang bisa memeriksa sampai 1.146.793 orang per pekan.

"Namun jumlah di minggu ini masih lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan jumlah orang diperiksa pada sebelum terjadi lonjakan kasus," kata Wiku. "Ini menandakan bahwa jumlah testing di Indonesia masih diupayakan untuk terus diperbaiki seiring dengan berjalannya waktu."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait