Dilelang, Medali Perak Pelari Belarus Krystsina Tsimanouskaya Kini Terjual Rp300 Juta
AP/Alastair Grant
Dunia
Olimpiade Tokyo

Krystsina Tsimanouskaya yang dipaksa pulang di tengah Olimpiade Tokyo diketahui melelang medali peraknya. Dan medali tersebut terjual senilai USD21.000 pada Jumat (27/8).

WowKeren - Atlet lari cepat asal Belarus, Krystsina Tsimanouskaya, sempat menjadi sorotan di tengah pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Sebab Tsimanouskaya dipaksa pulang oleh federasi olahraga negaranya hingga menyebabkan sang atlet memutuskan untuk kabur hingga kini mendapat visa kemanusiaan di Polandia.

Dan sebuah keputusan mengejutkan diambil Tsimanouskaya dalam pelariannya. Sebab Tsimanouskaya memutuskan melelang medali peraknya dan pada Jumat (27/8) kemarin diputuskan terjual senilai USD21.000 atau setara Rp300 juta.

Kantor berita RIA dari Rusia mengungkap, pembeli dari Amerika Serikat lah yang kemudian menebus medali perak yang didapat Tsimanouskaya pada tahun 2019 tersebut. Harga jual yang tinggi ini pun sempat tidak dipercayai oleh Tsimanouskaya, sebagaimana dituturkannya kepada Yayasan Solidaritas Olahraga Belarus.

Kepada yayasan itu pula, Tsimanouskaya menyampaikan keinginannya untuk menggunakan hasil lelang medalinya demi membantu atlet-atlet Belarus. Hal ini senada dengan yang pernah Tsimanouskaya sampaikan di podcast Al Jazeera, "The Take".


"Saya membuat keputusan untuk menempatkan medali saya untuk dilelang, untuk membantu atlet yang membutuhkan dukungan atau bantuan apapun dan uangnya akan disumbangkan ke Yayasan Solidaritas Olahraga Belarus. Pada gilirannya, yayasan akan membantu para atlet mengatur pertemuan dan kompetisi," ungkap Tsimanouskaya, dikutip pada Sabtu (28/8).

Medali perak ini sendiri didapat sang atlet ketika berkompetisi di lari 100 meter di sebuah kompetisi yang digelar oleh Komite Olimpiade Eropa pada 2019 di Belarus. Merujuk pada sumber lain, medali perak ini Tsimanouskaya lelang di situs jual beli eBay.

Nama atlet kelahiran 1996 ini menjadi sorotan dunia setelah ia mengaku dipaksa pulang ke negaranya di tengah Olimpiade Tokyo. Usut punya usut, Tsimanouskaya dipaksa pulang setelah menolak dipindahkan ke nomor pertandingan lain yang tidak sesuai dengan keinginannya oleh federasi olahraga negaranya.

Otoritas Belarus kala itu mengklaim bahwa Tsimanouskaya harus ditarik pulang karena kondisi mental. Namun Tsimanouskaya memutuskan untuk meminta perlindungan dari otoritas Jepang hingga akhirnya kini mendapat visa kemanusiaan di Polandia karena takut keselamatannya terancam. "Seandainya saya kembali ke Belarus, dua hal bisa terjadi, saya akan dikirim ke rumah sakit jiwa, atau ke penjara," tuturnya.

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts