Menparekraf Sandiaga Uno Beber 3 Strategi Bisa Bangkitkan Pariwisata Saat Pandemi COVID-19
pedulicovid19.kemenparekraf.go.id
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Menparekraf Sandiaga Uno saat ini berupaya untuk bisa kembali memulihkan pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Ia pun memiliki strategi dalam pemulihan parekraf.

WowKeren - Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena dampak langsung dari pandemi COVID-19. Seperti yang diketahui, selama pandemi berlangsung seluruh pariwisata di Indonesia ditutup, terutama saat terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membeberkan 3 strateginya dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19. Adapun ketiga strategi itu adalah menerapkan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Menurut Sandi, ketiga strategi tersebut dilakukan sebagai wujud nyata pemerintah hadir dalam memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku parekraf. Sehingga, meski masih berada di tengah pandemi COVID-19, para pelaku parekraf diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kreatifitas, khususnya dengan mengoptimalkan cara kerja digital seperti sekarang ini.

"Kemenparekraf berupaya menerapkan tiga strategi utama yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi untuk menjadikan parekraf menang di masa pandemi," terang Sandiaga saat memberikan sambutan dalam kegiatan "Bimbingan Teknis dan Pameran Karya untuk Indonesia" secara virtual, Minggu (29/8). "Hal ini sebagai wujud nyata pemerintah hadir untuk memberikan manfaat ekonomi."

Maka dari itu, kata Sandiaga, Kemenparekraf saat ini tengah fokus menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam meningkatkan kemampuan baru bagi para pelaku parekraf. Adapun kegiatan yang dimaksud adalah meningkatkan up skilling atau re-skilling.


Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa nantinya, program-program tersebut akan difokuskan kepada pengembangan desa wisata Indonesia. Termasuk juga memastikan program seperti CHSE akan lebih diperluas dan ditingkatkan.

"Tidak hanya itu, Kemenparekraf juga terus menggelar program yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat, seperti fokus pada pengembangan desa wisata Indonesia," imbuh Sandiaga.

Berdasarkan laman chse.kemenparekraf.go.id, CHSE sendiri merupakan proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata lainnya. Hal ini bertujuan sebagai jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, Sandiaga menerangkan bahwa percepatan vaksinasi COVID-19 juga dilakukan, khususnya kepada para pelaku parekraf dan masyarakat umum. Dengan begitu, kekebalan komunal atau herd immunity bisa segera tercapai.

Mengenai strategi kolaborasi, Sandiaga berharap bisa terjalin antara pemerintah, pelaku parekraf, dan juga stakeholder lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk bisa menciptakan dan membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts