Berita mengenai remake 'Train to Busan' telah meramaikan dunia maya selama akhir pekan namun sayangnya ide ini rupanya tak disambut baik oleh penggemar.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 31 Agustus 2021 - 13:35 WIB
WowKeren - Ide untuk melakukan remake terhadap film box office Korea "Train to Busan" rupanya tak disambut baik oleh penggemar. Berita mengenai remake film ini telah meramaikan dunia maya selama akhir pekan dan terdapat percakapan baru tentang perlunya film dan remake berbahasa Inggris secara umum.
Wacana tersebut mendapatkan daya tarik yang cukup sehingga sutradara terkait, Timo Tjahjanto, memutuskan untuk mempertimbangkannya. Dia diumumkan sebagai sutradara remake "Train to Busan" pada bulan Februari.
Tjahjanto sendiri telah dikenal sepak terjangnya melalui "V/H/S/2,", "May the Devil Take You", dan "Headshot. Film-filmnya telah menerima banyak perhatian karena unsur gore dan kekerasan ekstrem serta urutan aksi yang menghibur.
Tjahjanto pun buka suara menanggapi kritikan dari netizen yang menyoal ide tersebut. Melalui akun Twitter resminya, ia menyebut jika dirinya telah dipercaya oleh produser James Wan untuk membuat film yang mampu memenuhi ekspektasi penonton.
"Timo, kita harus bangkit ke atas melampaui harapan semua orang, sama seperti remake hebat lainnya seperti remake The Ring atau Dawn of the Dead," kata Timo menirukan produser. "Jadi, mana mungkin saya berani mengecewakan bos saya?"
Di cuitan yang lain, Tjahjanto juga memuji Wan. Baginya, Wan adalah sosok pahlawan.
"Perlu ditambahkan bahwa James telah menjadi pahlawan saya sejak masa kuliah saya. Sebagai anak Asia Tenggara dari keluarga kelas menengah konvensional yang tidak terlalu mendorong usaha artistik kebangkitannya dari "Saw" banyak menginspirasi banyak dari kita."
"Train to Busan" tahun 2016 disutradarai oleh Yeon Sang-ho. FIlm ini menceritakan seorang ayah dan anak perempuan yang terjebak di kereta selama terjadi serangan zombie.
Pembuatan ulang film internasional berbahasa Inggris kerap memicu kontroversi karena industri film menjadi lebih mengglobal. Selain itu, penggunaan subtitle juga sudah umum di setiap bagian dunia selain negara-negara berbahasa Inggris.
(wk/zodi)