Pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengatakan bahwa Saipul Jamil sah-sah saja kembali tampil di TV usai dipenjara karena kasusnya. Komisioner KPI, Nuning Rodiyah pun menjelaskan akan melarang Saipul tampil jika melanggar hal-hal ini.
- Marina Larasati
- Minggu, 05 September 2021 - 00:33 WIB
WowKeren - Kebebasan Saiful Jamil (Saipul Jamil) rupanya menimbulkan keresahan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Diketahui, Saipul baru saja bebas dari penjara setelah hampir 5 tahun mendekam karena kasus pencabulan anak di bawah umur dan suap.
Setelah bebas, muncul petisi untuk memboikot Saipul Jamil agar tak diperbolehkan lagi tampil di televisi. Publik menilai, seorang pelaku kejahatan seksual tidak boleh diberi ruang lagi, apalagi tampil bebas di TV.
Namun, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selaku lembaga yang berwenang terkait penyiaran di Indonesia, memberi penjelasan mengapa pihaknya tak mencekal Saipul Jamil. KPI sendiri mengatakan sah-sah saja Saipul Jamil tampil di TV usai dipenjara karena kasusnya.
Dijelaskan KPI, Bang Ipul, sapaan akrab Saipul Jamil, masih bisa tampil di TV asalkan muatan kontennya mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SS). "Jadi, Saipul Jamil itu bisa tampil asal muatannya mematuhi P3SS," kata Komisioner KPI, Nuning Rodiyah, Jumat (3/9).
Menurut Nuning, tidak menjadi masalah selama Saipul Jamil tidak menginspirasi orang untuk melakukan tindakan asusila saat tampil di televisi. "Kalau kembali ke stasiun televisi selagi itu tidak menginspirasi seseorang untuk tidak melakukan kejahatan seksual, saya rasa boleh saja," tegasnya.
Kecuali jika muatan konten yang dilakukan Saipul Jamil melanggar pedoman penyiaran, Nuning tak segan akan melarang mantan suami Dewi Persik itu untuk tampil. "Kalau muatannya itu melanggar ya akan kita larang," beber Nuning.
Lebih lanjut Nuning menjelaskan, bahwa pihak KPI tidak pernah mempermasalahkan latar belakang artis tersebut. Namu yang menjadi fokus perhatiannya adalah isi konten tayangannya. "Karena kita tidak mempertimbangkan latar belakang nya siapa, tetapi lebih kepada isi kontennya itu," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, publik masih merasa tidak setuju jika Saipul Jamil tetap diperbolehkan tampil bebas di televisi. Mereka mengaku ngeri jika seorang pelaku kejahatan bisa tampil bebas layar kaca televisi. Seolah-olah masyarakat menormalisasikan tindak kejahatan semacam itu.
"PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL tolong jangan sampek diundang ke TV tolooong!!! Dan juga jangan sampek dijadiin duta-dutaan ya. Dah suujon aja aing hadeuh," komentar netter. "Kok lucu ya," sahut yang lain. "Ngeri kalo sampe melenggang lagi di tipi. Gilaak berasa menormalisasi pemerkosaaa," timpal lainnya.
(wk/lara)