Vaksin Merah Putih Siap Diproduksi Tahun Depan, Bakal Gratis Atau Berbayar?
AFP/Natalia Kolesnikova
Nasional
Vaksin COVID-19

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Vaksin COVID-19 Merah Putih buatan dalam negeri rencananya akan diproduksi sebanyak 500 juta dosis.

WowKeren - Vaksin COVID-19 Merah Putih buatan dalam negeri rencananya akan mulai diproduksi pada April atau Mei tahun 2022. Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Vaksin Merah Putih rencananya akan diproduksi sebanyak 500 juta dosis.

Lantas, apakah Vaksin Merah Putih nantinya akan diberikan kepada masyarakat secara gratis atau berbayar? Terkait hal ini, Erick Thohir rupanya masih belum bisa memberikan kepastian.

"Saya enggak bisa jawab itu, karena saya belum tahu keputusannya," ungkap Erick di Depok, Jawa Barat. "Tetapi yang penting, kami dari BUMN siapkan tadi Vaksin Merah Putih atau Vaksin BUMN supaya bisa produksi sendiri jangan impor lagi."

Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa Vaksin Merah Putih diproduksi dengan tujuan mengurango ketergantungan vaksin impor Indonesia. Erick mengungkapkan bahwa Bio Farma selama ini sudah bisa memproduksi vaksin sendiri seperti untuk polio.


"Kita tidak bisa bergantung dengan vaksin impor. Kita harus bisa vaksin buatan Indonesia," jelas Erick. "Selama ini Bio Farma kan sudah bisa memproduksi vaksin sendiri, tapi bukan buat COVID-19. Buat polio dan lain-lain."

Menurut Erick, sumber daya manusia (SDM) Indonesia kini diperlukan untuk mempelajari teknologi penemuan vaksin. Dengan demikian, Indonesia tidak akan bergantung lagi pada vaksin yang diimpor dari luar negeri.

"Jadi kalau penduduk Indonesia memerlukan 420 juta vaksin, kami bisa lakukan sendiri. Tinggal teknologi penemuan vaksinnya itu harus belajar," tutur Erick. "Karena memang R&D (research and development) harus terus ditingkatkan. Kita enggak boleh kalah dengan negara luar."

Sebelumnya, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan bahwa Vaksin Merah Putih saat ini tengah berada dalam tahap pengembangan dan proses transisi di industri. Diharapkan, Vaksin Merah Putih dapat memenuhi sedikitnya 50 persen kebutuhan vaksin COVID-19 Indonesia jika sudah tersedia nantinya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts