Jonathan Frizzy menegaskan tak pernah melakukan tindak KDRT seperti yang dituduhkan istrinya, Dhena Devanka. Jonathan di sini justru mengaku ia yang menjadi korban KDRT dengan memberikan bukti visum ke polisi.
- Marina Larasati
- Selasa, 07 September 2021 - 16:13 WIB
WowKeren - Jonathan Frizzy mantap melaporkan balik istrinya, Dhena Devanka atas kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ijonk, sapaan akrabnya, menegaskan sebenarnya tak mau menempuh upaya hukum, apalagi terhadap istrinya sendiri.
"Saya sih maunya baik-baik aja. Bahwa tidak ada di sini saling menjatuhkan atau saling lapor," ungkap Ijonk saat ditemui WowKeren di Polres Jakarta Selatan, Selasa (7/9). "Sekali lagi saya di sini mengklarifikasi, saya tidak melakukan KDRT."
Saat datang ke Polres Jakarta Selatan, Jonathan tentu membawa bukti-bukti yang menunjukkan bahwa justru dirinya yang menjadi korban KDRT sang istri. Saat ditanya kekerasan apa yang didaptnya dari Dhena, Jonathan enggan membeberkannya.
"Saya cuma mau bilang inikan urusan rumah tangga ya, saya sih maunya baik-baik aja. Saya cuma dateng ke sini cuma bela diri dari tuduhan ke saya yaitu KDRT," jelasnya.
Jonathan masih menjaga nama baik Dhena karena perempuan tersebut adalah ibu dari anak-anaknya. "Baik gimana pun juga Dhena kan ibu dari anak-anak saya, tapi kan saya juga di sini membela diri atas tuduhan itu biar clear masalahnya," ujar Ijonk menambahkan.
Lebih lanjut, Ijonk menolak membahas pemicu KDRT yang ia terima dari Dhena. Kendati sudah ada bukti visum yang ia serahkan ke pihak berwajib, Jonathan masih berharap semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
"Tidak ada pemicu apa-apa. Sebenarnya kita ada pertemuan keluarga dari kedua belah pihak dan kita sidah baik-baik, kita sudah sepakati dan udah kesepakatan damai mau menjalankan semuanya baik-baik, tapi ternyata dari pihak sananya (Dhena) yang melaporkan duluan," papar Ijonk.
Benny Simanjuntak selaku paman Ijonk, curiga bahwa Dhena ingin keponakannya itu dipenjara atas tuduhan KDRT yang dilaporkannya. Namun faktanya, justru Ijonk di sini yang menjadi korban KDRT.
"Selama ini dia (Ijonk) dipukul, dia nggak pernah bikin visum, jadi nggak nyangka bahwa ada visum. Jadi waktu itu Ijonk juga nanya baik-baik ke dia (Dhena), eh dia malah marah-marah, jadi nggak ada kata sepakat," tukas Benny. "Misalnya dilaporkan, dia berharap Ijonk-nya ditahan. Tapi kan kebalikannya, setalah ditunjuki bukti, kan jadi aneh."
(wk/lara)