Bukan Overkapasitas, Ternyata Hal Ini Yang Membuat Kebakaran Lapas Tangerang Memakan Korban
Nasional
Kebakaran Lapas Tangerang

Kondisi Lapas Kelas I Tangerang yang overkapasitas disebut menjadi salah satu faktor adanya korban jiwa di dalam peristiwa kebakaran pada 8 September lalu. Sementara itu, muncul fakta baru terkait hal tersebut.

WowKeren - Peristiwa kebakaran yang menimpa Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, menewaskan setidaknya 44 orang narapidana. 41 Orang di antaranya meninggal karena terkunci saat di sel saat kebakaran terjadi. Selain itu, ada fakta mengejutkan yakni keadaan lapas yang overkapasitas hingga 400 persen.

Menanggapi kondisi lapas yang overkapasitas itu disebut sebagai salah satu penyebab kebakaran memakan korban jiwa, Mantan anggota regu jaga Lapas Kelas I Tangerang tahun 1982-1985, Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan ada hal krusial yang harus dijelaskan pemerintah kepada publik soal pelaksanaan Standar Operasional Pegawai (SOP) saat peristiwa terjadi pada Rabu (8/8).

Agun menuturkan bahwa kebakaran itu seharusnya tidak akan memakan korban jiwa apabila SOP dijalankan dengan baik dan benar. Menurutnya, kebakaran yang menewaskan 44 orang itu tidak berkaitan dengan kondisi lapas yang mengalami overkapasitas.

"Jadi enggak ada hubungannya dengan overcapacity," papar Agun kepada Kompas.id, Jumat (10/9). "Hal itu memang merupakan persoalan nasional yang harus diselesaikan, apakah overcapacity dapat berimplikasi terjadinya kerusuhan, itu iya. Tetapi, apakah overcapacity pasti menyebabkan kebakaran, tentu tidak."


Agun menegaskan bahwa penyebab adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran lapas itu merupakan SOP yang tidak dijalankan secara benar. "Ini yang seharusnya dijelaskan oleh pemerintah," imbuhnya."

Lebih lanjut, Agun menuturkan bahwa Lapas Tangerang itu masih terbilang muda meski dibangun pada tahun 1972. Menurutnya, masih ada banyak lapas yang usianya jauh lebih tua dari yang kebakaran itu.

Agun pun memaparkan mengenai detil bangunan Lapas Kelas I Tangerang itu. Di dalamnya, model bangunan per blok itu berupa paviliun yang diisi dengan beberapa kamar. Mengenai sistem keamanan, setiap kamar akan dikunci oleh petugas, kemudian terdapat kunci lagi di setiap blok.

Sementara mengenai lokasi penyimpanan kunci, bergantung pada kebijakan masing-masing lapas. Secara umum, kunci berada di bagian keamanan lapas. Untuk blok yang berjauhan, biasanya dibuat lokasi kunci cadangan yang lebih dekat.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts