Cara Korban Bertahan 1 Jam Di Tengah Kebakaran Lapas Tangerang: Tutupi Kepala Dengan Sarung Basah
Nasional
Kebakaran Lapas Tangerang

Tujuh korban luka-luka kini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Beberapa di antaranya mengalami trauma jalan napas karena lama terjebak di tengah kebakaran.

WowKeren - Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten, menyebabkan sejumlah napi mengalami luka-luka. Tujuh korban luka-luka kini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

"Dari tujuh ini, ada kurang lebih ada empat sampai lima yang parah. Karena mereka ini mengalami trauma jalan napas," tutur Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi RSUD Kabupaten Tangerang Hilwani, Jumat (10/9). "Dari mulai hilangnya protector sampai pembengkakan."

Trauma jalan napas tersebut, tutur Hilwani, disebabkan karena korban berada satu jam lebih terjebak di tengah kebakaran. "Mereka lama di dalam itu lebih dari satu jam kalau cerita dari pasien yang bisa diajak komunikasi," ungkapnya

Hilwani lantas mengungkapkan cara korban bertahan selama satu jam di dalam kebakaran tersebut. Salah satunya menutupi kepala dengan kain basah.

"Ada yang menutup kepalanya dengan sarung basah," katanya.


Adapun ketujuh korban luka-luka tersebut hingga kini masih dirawat di ICU. Tiga korban lainnya telah meninggal dunia usai sempat mendapat perawatan.

"Yang masih dirawat total pasien kemarin datang 10, kemudian yang meninggal tiga, total tujuh yang masih dirawat di ICU," papar Hilwani.

Sebelumnya, puluhan korban jiwa kebakaran Lapas Tangerang tersebut membuat banyak pihak menyoroti isu overkapasitas. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan bahwa Lapas Kelas I Tangerang berisi 2.072 penghuni, dari kapasitas maksimal yang hanya untuk 900-an orang.

"Nah, Lapas Tangerang ini overkapasitas 400 persen. Penghuni ada 2.072 orang," ungkap Yasonna dalam jumpa pers pada Rabu (8/9) lalu.

Namun mantan anggota regu jaga Lapas Kelas I Tangerang tahun 1982-1985, Agun Gunandjar Sudarsa, menilai kebakaran itu seharusnya tidak akan memakan korban jiwa apabila SOP dijalankan dengan baik dan benar. Menurutnya, kebakaran yang menewaskan 44 orang itu tidak berkaitan dengan kondisi lapas yang mengalami overkapasitas.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts