Vaksin Janssen Sekali Suntik Siap Didistribusikan, Apa Saja Efek Sampingnya?
AP/Mary Altaffer
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksin Johnson & Johnson, atau Janssen, hanya perlu sekali disuntikkan untuk memberi kekebalan terhadap COVID-19. Lalu adakah efek samping 'keras' yang bisa dirasakan penerimanya?

WowKeren - Indonesia kedatangan 500 ribu dosis vaksin COVID-19 sekali suntik milik Johnson & Johnson, atau yang dikenal sebagai vaksin Janssen. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pun mengungkapkan ke daerah mana saja vaksin tersebut akan didistribusikan.

"Di tahap awal ini Vaksin Janssen akan didistribusikan ke daerah aglomerasi," tegasnya, Sabtu (11/9). Yang dimaksud adalah sekumpulan daerah yang saling berdekatan dan mendapat izin melakukan pergerakan.

Beberapa contoh wilayah aglomerasi meliputi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Medan Raya (Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo), atau Bandung Raya (Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat). Beberapa contoh lain seperti Malang Raya, Solo Raya, Semarang Raya, dan Surabaya Raya.

Vaksin Janssen sendiri sangat menyita perhatian karena hanya perlu sekali disuntikkan, berbeda dengan beberapa produk lain seperti Sinovac dan AstraZeneca. Vaksin ini, bersama CanSino yang juga sudah mendapat izin edar darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang dikembangkan menggunakan Adenovirus.


Vaksin Janssen, dijelaskan Dante, akan diberikan kepada masyarakat umum berusia di atas 18 tahun. "Dengan dosis tunggal sebanyak 0,5 mililiter intramuskular," imbuh Dante.

Dengan vaksin yang siap diedarkan, tentu efek samping dari produk ini harus dipahami masyarakat. Dan berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami penerima vaksin Janssen, dikutip dari laman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Untuk di lengan bekas suntikan, kemungkinan efek samping yang dialami adalah nyeri, kemerahan, dan pembengkakan. Sementara untuk efek samping di tubuh penerima termasuk kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, panas dingin, demam, dan mual.

Efek samping ini biasanya terjadi satu atau dua hari setelah vaksinasi. Efek samping ini merupakan hal normal dan menjadi penanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap fragmen virus Corona yang dibawa oleh vaksin dan biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Hingga kini belum ada penjelasan akankah efek yang dirasakan lebih "keras" daripada vaksin lain.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts