Mengenai motif maupun banyaknya senjata api yang digunakan, polisi mengatakan bahwa provinsi itu rupanya dahulu kala merupakan rumah bagi banyak pembunuh bayaran.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 September 2021 - 15:44 WIB
WowKeren - Provinsi Nakhon Si Thammarat di Thailand bagian selatan, terbukti mengkhawatirkan bagi polisi Penindak Kejahatan. Bahkan mereka menyebut daerah itu sebagai provinsi paling mematikan di Thailand sejak awal tahun 2021.
Polisi menduga banyaknya rumah tangga yang memiliki senjata sebagian menjadi penyebab tingginya tingkat pembunuhan di Nakhon Si Thammarat. Polisi Penindak Kejahatan telah menyatakan kekhawatiran mereka pada jumlah pembunuhan di provinsi tersebut.
Melansir The Thaiger, hingga berita ini ditulis tercatat ada rata-rata 5,5 pembunuhan per bulan dengan total 40 pembunuhan. Inspektur Divisi Penindak Kejahatan Wirachan Khunchaikaew, mengatakan polisi prihatin dengan kondisi ini.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar kasus pembunuhan adalah kasus yang tidak direncanakan. Polisi juga telah meneliti data dan laporan investigasi untuk menemukan faktor-faktor umum yang menyebabkan tingginya angka pembunuhan di provinsi itu.
Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan pencarian senjata ilegal untuk menjauhkan mereka dari orang-orang yang cenderung melakukan kekerasan. Wirachan mengatakan dari 40 kasus pembunuhan yang tercatat tahun ini, tersangka dari 34 kasus telah berhasil diamankan.
Meski polisi telah melakukan identifikasi terhadap sisa tersangkanya, namun sayangnya mereka berhasil lolos. Dia melanjutkan bahwa senjata api telah digunakan dalam 27 kasus pembunuhan. 21 kasus melibatkan konflik pribadi, 2 pembunuhan terkait perzinahan, dan 1 kasus terkait narkoba. Polisi belum dapat menentukan motif dari 15 kasus lainnya.
Polisi kemudian menjelaskan mengenai motif maupun banyaknya senjata api yang digunakan. Provinsi itu rupanya dahulu kala merupakan rumah bagi banyak pembunuh bayaran. Selain itu, banyak warga yang merasa perlu membawa senjata api untuk keselamatan pribadi, misalnya saat menyadap karet di malam hari atau saat memeriksa lapangan.
Pol Mayor Theerayut mengatakan bahwa aksesibilitas senjata mempermudah sebuah argumen sederhana untuk bisa berakibat fatal. Beberapa warga Nakhon memiliki temperamen yang pendek sehingga hal ini dapat memperburuk situasi.
"Insiden penembakan sebagian besar didorong oleh pertengkaran sengit atau pertengkaran keluarga," kata Theerayut. "Dalam kebanyakan kasus, konflik mengadu domba satu sama lain."
(wk/zodi)